BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bakal maju dalam kontestasi Pilkada 2024 November nanti.
Sekarang masih menunggu rekomendasi dari partai politik (parpol) sehingga dapat mendaftarkan diri pada Agustus 2024 di KPU Bantul.
Politikus PKB itu menginginkan, berkoalisi dengan semua parpol untuk pesta demokrasi tahun ini.
"Jadi kalau bisa ini koalisi semua partai," tegasnya di Kantor Bupati Bantul, Rabu (26/6/2024).
Menurutnya, sekarang ini masih melakukan komunikasi dengan berbagai parpol.
Seperti Partai Gerindra Bantul yang diakuinya sudah berkomunikasi dengannya.
Dia mengaku, PKB sebagai partai yang menanunginya, selalu mesra dengan berbagai parpol.
Pria yang pernah menjabat Wakil Bupati Bantul itu mengungkapkan, PKB ll bisa bekerja sama dengan siapapun.
Dicontohkannya, dalam kontestasi nasional, bekerja sama dengan PDI Perjuangan, PKS, dan Gerindra.
"Karena PKB itu didoktrin untuk menjadi jangkar kebhinekaan," ucapnya.
Sementara untuk wakil yang akan mendampinginya sekarang masih dinamis.
Masih banyak kemungkinan sehingga siapa saja mungkin mendampinginya.
Dia pun mengindikasikan, Joko Purnomo yang mendampinginya pada Pilkada Bantul 2020 silam bisa saja tidak bersama lagi di momen tahun ini.
Halim tidak dapat memastikan untuk sekarang ini akankah kembali berpasangan dengan Joko atau tidak.
"Saya konsisten dengan pernyataan saya sampai masa pendaftaran Agustus sampai pada pembukaan pendaftaran berbagai macam kemungkinan itu terbuka untuk terjadi," tuturnya.
Apalagi, lanjutnya, dinamika politik Pilkada Bantul 2024 itu sangat erat kaitannya dengan level DIJ bahkan nasional.
Itu karena pengambilan keputusannya itu memang sampai ke pusat.
Oleh karena itu, sekarang dia belum dapat memastikan sosok yang akan mendampinginya pada 2024 ini siapa.
Halim menegaskan, selagi belum ada pendaftaran diserahkan ke KPU segala kemungkinan itu dapat terjadi.
Menurutnya, rumor yang berkembang di luar yang beraneka ragam.
Termasuk dirinya yang pisah dengan Joko dan didekati Aris Suharyanta yang akan mendampinginya, sifatnya tidak permanen.
"Sakdurunge surat rekomendasi dimasukkan ke KPU ya segala kemungkinan itu terjadi, apa yang sudah dirintis dirancang itu bisa berubah," tandasnya. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva