RADAR JOGJA- Ada kejutan muncul dari survei calon kepala daerah yang dilansir DPD Partai Golkar DIJ. Elektabilitas Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo yang selama ini digadang-gadang menjadi calon wali kota dari partai beringin ini tak lagi berada di urutan pertama. Elektabilitas Afnan disalip Heroe Poerwadi (HP) yang pernah menjadi wakil wali kota Jogja periode 2017-2022.
“Elektabilitas (tertutup) Heroe Poerwadi sebesar 16,4 persen, Afnan Hadikusumo 15,9 persen dan Singgih Raharjo sejumlah 5,9 persen,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja Agus Mulyono kemarin (9/6).
Nama terakhir, Singgih Raharjo saat ini menjabat kepala Dinas Pariwisata DIJ. Saat masih menjadi penjabat (Pj) wali kota Jogja, Singgih ikut mendaftar ke DPD Partai Golkar Kota Jogja. Sama seperti Afnan dan HP, Singgih juga mengincar posisi wali kota. Sejak 22 Mei lalu, birokrat kelahiran Gunungkidul 14 Mei 1965 itu ditarik kembali ke Pemprov DIJ. Posisi Pj wali kota digantikan Sugeng Purwanto.
Saat dibuka pendaftaran, ada lima calon pelamar wali kota. Di luar tiga nama itu, ada dua pendaftar lainnya, Ariyanto yang berlatar belakang dosen/pengusaha dan Agus sendiri. Belakangan Ariyanto maupun Agus memilih mundur. ‘Tiga nama itu yang kemudian kami tindak lanjuti dalam survei,” terang pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra ini.
Dalam survei calon kepala daerah itu, Golkar menggandeng lembaga Voxpol Center. Responden, terang Agus, telah mengisi dan diberi pertanyaan oleh peneliti tentang kemantapan pilihannya. Ada 24,3 persen yang mantap dengan pilihannya. Kemudian 57,7 persen tidak mantap dan 18 persen tak menjawab. Dari responden yang mantap pilihannya, akan memilih kandidat dengan perolehan suara Afnan sebesar 27,1 persen, HP 20,6 persen dan Singgih 5,9 persen.
“Ada perbedaan tipis antara Heroe dengan Afnan. Keduanya sama kuat dan saling bersaing,” ujar anggota DPRD DIJ periode 2009-2014 ini.
Hasil survei calon wali kota Jogja itu sebelumnya dirilis bareng dengan survei empat calon bupati se-DIJ di kantor DPD Partai Golkar DIJ pada Sabtu (8/6). Rilis disampaikan oleh lima ketua DPD kabupaten/ kota se-DIJ.
Ketua DPD Partai Golkar DIJ Gandung Pardiman memberikan atensi khusus. Dia minta agar partainya terus menggalang konsolidasi mendukung Afnan. Sebab, Afnan telah disepakati sebagai calon kepala daerah yang diusung bersama Abdul Halim Muslih (Bantul), Harda Kiswaya (Sleman) dan Sunaryanta (Gunungkidul). “Tinggal Kulon Progo yang belum kami tentukan jagonya. Untuk Kota Jogja jagonya Pak Afnan,” tegasnya.
Mendengar perintah itu, Agus mengatakan siap bekerja keras. Elektabilitas Afnan akan terus dikerek. Menurut dia, tantangan bagi partainya meningkatkan popularitas dan elektabilitas Afnan. “Apalagi kalau nanti sudah turun rekomendasi dari DPP,” tegasnya.
Menurut Agus, survei bukan satu-satunya parameter pengambilan keputusan. Ada beberapa parameter lain yang ikut menentukan. Partainya berkeinginan kuat mengusung dan memenangkan pilwali. “Kami juga terus menjalin komunikasi politik dengan partai lain pemilik kursi di DPRD Kota Jogja guna membangun koalisi,” katanya.
Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul Heri Nugroho elektabilitas calon yang rendah saat survei tak menjamin tidak dapat memenangkan pilkada. Dia mencontohkan pengalaman partainya mengusung Mayor (purn) Sunaryanta saat pemilihan bupati Gunungkidul 2020 lalu.
“Elektabilitas Sunaryanta awalnya rendah. Kami terus bekerja keras dan nyatanya bisa menang,” ucapnya politisi yang juga biasa memainkan tokoh Gareng dalam pentas wayang orang Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) semasa kuliah di UGM ini. (kus/pra)
Editor : Satria Pradika