MUNGKID - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jateng KH Muhammad Yusuf Chudlori kedatangan tamu istimewa pada Rabu malam (22/5/2024) di Ponpes API Tegalrejo, Magelang.
Dia adalah Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono.
Mereka nampaknya tengah menjajaki koalisi untuk kontestasi Pilkada 2024 mendatang.
Terlebih, kedua partai politik (parpol) tersebut pernah bersatu pada dua pilkada Jateng sebelumnya.
Praktis, peluang untuk berkoalisi kembali, akan semakin lebar.
Gus Yusuf, sapaan akrabnya menuturkan, kedatangan rombongan dari DPD Gerindra Jateng menjadi satu kebahagiaan dan kehormatan bagi dirinya.
Dia menyebut, silaturahmi ini berkaitan dengan persiapan menyambut pilkada dan pilgub Jateng.
Bagi PKB, kata dia, Gerindra merupakan satu teman seperjuangan di Jateng. Bahkan, kedua partai itu seperti cinta lama bersemi kembali (CLBK).
"Tadi kami sampaikan, CLBK. Karena dua kali pilkada (2013 dan 2018) kami bersama-sama dengan Gerindra," selorohnya.
Kedua parpol itu berkoalisi dan sama-sama mengusung Hadi Prabowo-Don Murdono pada pilkada 2013.
Sementara pada pilkada 2018, keduanya mengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah.
Pengalaman berkoalisi dengan Gerindra itu, lanjut Gus Yusuf, tidak menutup kemungkinan bakal dilakukan kembali pada pilkada 2024 mendatang.
Namun, keputusan tersebut menjadi kewenangan dari masing-masing parpol pusat.
Gus Yusuf maupun Sudaryono sama-sama diamanahi oleh masing-masing parpol untuk maju sebagai bakal calon gubernur Jateng.
"Saya juga menghormati Mas Dar yang diperintahkan oleh DPP Gerindra (sebagai calon gubernur).
Kami sedang berikhtiar, keputusannya menunggu dari para pimpinan di pusat," katanya.
Menurutnya, Sudaryono merupakan sosok yang energik dan inovatif.
Dia meyakini, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto memilik Sudaryono dengan seleksi dan pertimbangan yang matang.
"Beliau mungkin yang dianggap paling cocok untuk membawa Jateng ke depan menjadi lebih baik," imbuhnya.
Kendati begitu, masih ada beberapa hal yang perlu disinkronkan.
Gus Yusuf tidak memungkiri, ada sejumlah dinamika antara PKB dan Gerindra di tingkat daerah yang tidak bisa dihindari.
Namun, dia berharap, kedua parpol di masing-masing kabupaten/kota dapat sejalan dan beriringan agar membawa Jateng ke arah yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono mengatakan, tengah berupaya menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol untuk Pilkada Jateng.
Penjajakan itu dirasa penting agar memperoleh rumusan dua matrik yang harus dikalkulasi, yakni mau dan mampu.
Dia menyebut, dua matrik itu didasarkan pada kepentingan pengabdian. Apalagi semua parpol tetap mengupayakan keputusan yang terbaik demi bangsa dan negara.
"Lobi-lobi atau komunikasi politik dalam hal ini menjelang pilkada, menjadi penting," bebernya.
Dia menyebut, di level kabupaten/kota masih dalam tahap penjaringan. Sementara keputusan berada di tangan parpol di tingkat pusat.
"Saya dan partai lain juga sama. Semua keputusan (koalisi) juga berasal dari usulan proses penjaringan tadi," sambungnya.
Ketika ditanya soal persentasi kemenangan pilkada antara Gerindra dengan PKB, kata dia, kemungkinan besar.
Mengingat kedua parpol tersebut pernah berkoalisi.
"Saya kira komunikasinya cukup baik. PKB adalah kawan Gerindra, kalah dua kali pilkada," kelakarnya. (aya)
Editor : Meitika Candra Lantiva