RADAR JOGJA - Nama Pj Wali Kota Jogja masuk dalam penjaringan bakal calon wali kota melalui Partai Golkar, dengan bukti telah mengembalikan berkas pendaftaran kepada DPD Partai Golkar Kota Jogja.
Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar DIY John S Keban membenarkan hal tersebut.
Sebelumnya, sesuai aturan di partai Golkar posisi Penjabat (Pj) bupati/wali kota sejatinya tidak diperbolehkan dalam proses penjaringan melalui partai berlambang pohon beringin itu.
"Tapi kemarin ada jalan keluar karena baru penjaringan tidak apa-apa. Toh dia bulan Mei nanti sudah berhenti dari Pj wali kota, baru penjaringan awal ya nggak papa," katanya Senin (6/5).
Oleh karena itu, namanya masuk dalam proses penjaringan Partai Golkar.
Artinya yang bersangkutan telah mengembalikan berkas pendaftaran. Pun nama-nama seluruh pendaftar melalui Golkar telah masuk dalam lembaga survey, salah satunya Singgih Raharjo.
"Tapi kalau dia bilang tidak mengembalikan berkas ya nggak tahu, tapi saya mendapatkan laporan nama itu (Pj wali kota) masuk dalam penjaringan masuk dalam survey, ya berarti dia mengembalikan kan begitu. Kalau tidak mengembalikan, berarti kan nggak bisa disurvey," ujarnya.
Meski namanya masuk dalam penjaringan, hal ini tak serta merta. Sebab, posisi Pj Kepala Daerah merupakan ASN yang diangkat pemerintah pusat.
Maka, skalipun jabatan Pj akan berhenti pada 22 Mei mendatang, yang bersangkutan masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Harapan saya Singgih konsisten dengan amanah yang diberikan Ngarsa Dalem, tapi kan semua kembali ke hak politik individu. Kita kan nggak bisa melarang, katanya dia juga berhenti sebagai Pj 22 Mei," jelasnya.
Kendati tahapan saat ini masih proses tahap survey awal. Namun, jika memang Singgih Raharjo akan memilih jalan politiknya untuk berkontestasi di Pilkada Kota Jogja, harus mundur dulu dari statusnya sebagai ASN.
"Dia boleh berhenti dari Pj 22 Mei, tapi kan dari ASN belum. Anggota DPR saja kalau mau maju harus mundur kok dari ASN," terangnya.
Diketahui, Golkar telah menjaring pendaftar kandidat kepala/ wakil daerah dengan jumlah total 39 orang.
Di antaranya lima kandidat yang mengumpulkan berkas pendaftaran bakal calon wali kota/wakil wali kota ke Partai Golkar di antaranya Heroe Purwadi (Wakil Wali Kota Jogja Periode 2017-2022), Singgih Raharjo (Pj Wali Kota Jogja), Agus Mulyono (Ketua Partai Golkar Kota Jogja) dan Muhammad Afnan Hadikusumo (anggota DPD RI Dapil DIY).
Adapun satu kandidat yang mengundurkan diri dari penjaringan Golkar untuk Pilkada Kota Jogja adalah Ariyanto, seorang pengusaha Bakpia di Kota Jogja.
Sementara di Kabupaten Sleman, juga ada empat orang kandidat mendaftar Partai Golkar.
Mereka antara lain mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya, anggota DPRD DIY Nurcholis Suharman, Lurah Condongcatur Reno Chandra Sangaji dan dosen Chaidir Iswanaji.
Sedangkan di Kabupaten Bantul, Golkar berhasil menjaring delapan orang kandidat. Antara lain inkumben Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan dosen Untoro Hariadi.
Lalu di Kabupaten Gunungkidul sedikitnya ada 11 orang kandidat mendaftar Partai Golkar.
Dua diantara pendaftar merupakan inkumben bupati-wakil bupati Gunungkidul saat ini yakni Bupati Sunaryanta dan Wakil Bupati Heri Susanto.
Sedangkan Kandidat pendaftar Golkar di Kabupaten Kulon Progo paling banyak, mencapai 12 orang.
Antara lain Ketua DPC PDIP Kulonprogo Fajar Gegana, mantan komisioner KPU DIY, Sapardiyono, Wakil Ketua DPD Gerindra DIY Marija, dan anggota DPRD DIY Fraksi PDIP, Novida Kartika Hadhi.
Seluruh kandidat yang mendaftar lewat Partai Golkar kabupaten/kota dan memenuhi syarat akan disurvei tiga kali sebelum mengantongi rekomendasi DPP Partai Golkar
Baca Juga: Perlu Dihindari! 6 Kebiasaan Buruk ini Bisa Menghambat Kesuksesanmu
Adapun, presentasi hasil survey pertama para kandidat tersebut akan selesai pada 17 Mei mendatang, setelahnya Golkar akan mengetahui tingkat elektabilitas dan popularitas bakal calon yang mendaftar melalui Golkar lewat paramater survey tersebut.
"Survey kedua baru dilakukan simulasi pasangan pada bulan Juni nanti, survey bulan Juli nanti baru akan ditentukan siapa yang akan diusung oleh partai Golkar," tambahnya.
Sebelumnya, Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo tak menunjukkan sikap mengiyakan dan pula tak menepis terkait pengembalian formulir penjaring bakal calon Wali Kota Jogja ke Golkar.
Dengan nada bercanda dirinya meminta untuk topik tersebut bisa dibicarakan besok atau lain hari.
"Mengembalikan apa, siapa yang bilang, dah itu nanti aja ya," ujarnya.
Singgih pun ingin fokus terlebih dahulu untuk menyelesaikan tugas yang diembannya sebagai Pj saat ini.
"Kan saya masih ada ditugaskan untuk Pj wali kota dan belum selesai. Nantinya seperti apa ya ceritanya nanti saja ya," bantahnya.
Editor : Bahana.