Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Sleman memastikan hal tersebut bukan masalah besar.
“Njih rapopo,” ujar Sekretaris DPD PAN Sleman Inoki Azmi Purnomo dalam pesan singkatnya kepada Radar Jogja, Kamis (2/5).
Menurut Inoki, di Pilkada 2024 ini pihaknya memang akan mengusung Kustini Sri Purnomo sebagai bakal calon bupati.
Oleh karena itu, DPD PAN Sleman hanya akan membuka komunikasi bagi partai atau bakal calon yang berminat menjadi wakil bupati (wabup) petahana bupati Sleman tersebut.
Disinggung tentang kemungkinan berkoalisi dengan partai pengusung Harda Kiswaya nantinya. Inoki belum dapat memastikan.
Lantaran sampai saat ini dia juga belum mengetahui partai mana yang akan mengusung mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman tersebut.
“Untuk wabup kami terbuka,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Harda memang mantap maju sebagai calon bupati di Pilkada 2024 mendatang dan sudah aktif berkomunikasi dengan banyak partai.
Meskipun demikian, ada satu partai yang dikecualikan, yakni Partai Amanat Nasional (PAN).
Harda menyatakan, alasannya tidak berkomunikasi dengan partai matahari putih itu, lantaran PAN sudah mengusung KSP sebagai bakal calon Bupati Sleman.
Harda memilih berkomunikasi dengan partai-partai yang berpotensi untuk mengusung dirinya di Pilkada 2024.
Sejauh ini, Harda juga telah mendaftar ke beberapa partai yang membuka penjaringan bakal calon. Di antaranya Partai Golkar dan PDI Perjuangan.
Pada dua partai tersebut, pria kelahiran 26 Januari 1964 itu membidik jabatan sebagai bupati.
Dia pun menyatakan, juga sudah berkomunikasi dengan beberapa partai. Entah itu yang memiliki latar belakang agamis maupun nasionalis.
“Kecuali PAN,” tegas Harda di sela pendaftarannya ke DPC PDI Perjuangan Sleman pada Senin (29/4) lalu.
Editor : Bahana.