Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pilkada Kebumen Bisa Tak Lawan Kotak Kosong Lagi, Usung Cabup Sendiri Sinyal NasDem Pecah Kongsi

Muhammad Hafied • Sabtu, 16 Maret 2024 | 11:40 WIB
Ketua DPD Partai NasDem Kebumen Faiz Alaudien Reza Mardhika (kiri).
Ketua DPD Partai NasDem Kebumen Faiz Alaudien Reza Mardhika (kiri).

 

 

RADAR JOGJA – Tak seperti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kebumen 2020, saat pasangan calon tunggal Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih melawan kotak kosong, bisa tak terulang.  Partai NasDem menunjukkan gelagat politik bakal pecah kongsi pada kontestasi Pilkada 2024.

Partai dengan jargon 'Gerakan Perubahan' ini memastikan akan mantap mengusung calon bupati dan wakil bupati Kebumen.

Sinyal pecah kongsi tersebut ditegaskan langsung Ketua DPD Partai NasDem Kebumen Faiz Alaudien Reza Mardhika. Menurut Reza, NasDem sebagai partai pemilik kursi pimpinan dewan pada pemilu legislatif 2024 bakal tampil percaya diri menghadapi Pilkada mendatang.

"Insyaallah kami akan mengusung calon sendiri. Kalau ada calon dari kader sendiri, kenapa tidak," ungkap Reza, Jumat (15/3).

Modal perolehan delapan kursi NasDem di parlemen dinilai cukup ideal untuk mengusung paslon bupati dan wakil bupati mendatang. Kendati begitu, menurut Reza berbagai kemungkinan bisa saja terjadi dalam percaturan politik.

Para pimpinan parpol di Kebumen tentu akan menempuh banyak pertimbangan. Utamanya dalam meramu gerbong koalisi berdasar perolehan kursi di legislatif.

"Bisa pakai koalisi nasional gitu ya. Bisa juga tidak sesuai koalisi atas. Intinya semakin banyak teman akan menambah energi lebih besar," ungkapnya.

Reza menyebut, figur yang akan diusung NasDem pada pilkada mendatang harus sesuai kriteria dan menjawab kebutuhan. Pertama, kriteria yang ditentukan menyangkut sosok tokoh daerah. Artinya NasDem tetap akan memprioritaskan putra daerah.

Kemudian, sosok tersebut juga harus memiliki visi dan misi yang jelas. Sebab, Kabupaten Kebumen kini masih begitu banyak persoalan pembangunan yang perlu dientaskan. Khususnya terkait upaya pengentasan kemiskinan.

Oleh karena itu, butuh seseorang yang visioner dan paham atas substansi untuk menyentuh akar permasalahan. "Harus tahu juga tentang seluk beluk Kebumen. Sudah punya blue print yang jelas bagaiamana tata kelola Kebumen dengan 1,3 juta penduduk," bebernya.

Sekadar diketahui, Partai NasDem pada Pilkada 2020 masuk dalam gerbong koalisi pemerintahan. Kala itu, NasDem bersama seluruh partai pemilik kursi parlemen berkomitmen mengusung pasangan calon tunggal Arif-Rista dengan lawan kotak kosong.

Lantas, pasangan ini berhasil terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Kebumen atas perolehan 389.463 suara atau 60,8 persen.

Sementara itu, mantan Bupati Kebumen Yazid Mahfudz berkeyakinan perolehan kursi parlemen pada pemilu legislatif akan membawa dampak terhadap peta politik.

Menurutnya, dalam waktu dekat pimpinan parpol bakal bersiap diri untuk menyusun gerbong koalisi Pilkada Kebumen. "Tinggal nanti komunikasi dan konsolidasi di tataran elit partai. Bisa saja tidak jauh beda sama koalisi pilpres," terang Yazid.

 

Dia berharap, kontestasi Pilkada Kebumen akan muncul lebih dari dua pasangan calon. Hal ini menunjukkan iklim demokrasi di Kebumen berjalan sesuai konteks.

"Saya yakin parpol sudah punya gambaran. Mau buat kekuatan dengan siapa saja," paparnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#partai Nasdem #kebumen #Pilkada