RADAR JOGJA - Pemilu 2024 menyisakan sejuta luka bagi para Caleg yang gagal dilantik menjadi anggota dewan.
Salah satu kisah dramatis datang dari seorang Caleg yang diketahui mengalami tekanan berat pascakekalahan.
Menariknya, peristiwa ini menciptakan kesan mirip dengan momen kontroversial yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Seorang Caleg yang belum diidentifikasi dengan jelas diketahui mengalami tekanan berlebihan setelah kekalahan dalam Pemilu 2024.
Dalam sebuah video yang viral di platform TikTok, yang diunggah oleh akun @baby.bisma yang dikutip pada Senin (26/1), terlihat Caleg tersebut mengenakan jas lengkap dengan pecinya, sambil bicara sendiri.
Dalam video tersebut, terdengar Caleg yang diduga mengatakan, “Saya tadi dari keliling kota bahkan saya mau masuk ke kantor.”
Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa akan dilantik menjadi anggota dewan. Namun, apa yang terlihat justru mengundang keprihatinan, karena Caleg tersebut terlihat berbicara sendiri, menyerupai kondisi salah satu calon presiden yang viral beberapa waktu lalu.
Netizen yang menyaksikan video tersebut langsung mengingatkan pada momen kontroversial Anies Baswedan yang dikabarkan bicara sendiri di depan lukisan Bung Hatta.
Beberapa komentar dari netizen mencoba menghubungkan dua kejadian tersebut, seperti yang dikatakan oleh akun @azizalfian10, "Belum tau Anies ngomong sama lukisan."
Begitu juga dengan komentar dari akun @ekazein1825, "Anies ngomong sama lukisan, Ganjar jalan sendirian sambil ngomong sendiri."
Baca Juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Buka Beasiswa S2 untuk Mahasiswa Tahun 2024
Dalam video tersebut, tampak istri dan ibu Caleg tersebut mencoba menenangkan dan meredakan stres yang dialaminya.
Orang-orang di sekitarnya dengan cepat memberikan saran agar Caleg tersebut beristighfar dan menenangkan diri.
Kisah dramatis ini pun menjadi sorotan, karena diduga banyak Caleg yang merasakan tekanan berat pascakekalahan dalam Pemilu 2024.
Spekulasi muncul bahwa kegagalan dalam arena politik bisa membawa dampak serius terhadap kesejahteraan mental para Caleg.
Editor : Bahana.