Ratusan pengawas pemilu tersebut terdiri dari 494 panwaslu kelurahan/desa (PKD), 48 panwaslu kecamatan, dan 25 orang jajaran Bawaslu Purworejo.
Kegiatan apel siaga bertujuan untuk menjalin soliditas dan kesiapsiagaan jajaran pengawas pemilu. Mengingat, pemungutan suara tinggal hitungan hari.
"Hari pemungutan suara tinggal sepuluh hari lagi. Itu merupakan masa krusial yang harus diawasi untuk meminimalisasi terjadinya praktik politik uang," tegas Ketua Bawaslu Purworejo Purnomosidi, Minggu (4/2).
Selain itu, masa kampanye pemilu akan segera berakhir pada 10 Februari 2024. Menurutnya, peserta pemilu akan memaksimalkan waktu yang tersisa untuk meyakinkan para calon pemilih.
Untuk itu, Purnomosidi, mengajak seluruh jajaran pengawas emilu untuk selalu waspada dalam mengawasi masa kampanye.
Pun, mengawasi masa tenang menjelang pemungutan suara.
"Harus merapatkan barisan untuk melakukan pengawasan. Jangan mudah terpancing provokasi yang dapat memecah konsentrasi pengawas pemilu," pesan dia.
Terpenting, kata Purnomosidi, jajaran panwaslu kecamatan dan PKD untuk membekali jajaran pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) dengan pengetahuan regulasi yang memadai.
Mengingat, PTPS adalah ujung tombak dalam melakukan pengawasan saat pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS.
Dia berpesan, agar PTPS gagap terhadap mekanisme pungut hitung dan rekap di TPS.
"Panwaslu kecamatan dan PKD harus benar-benar menyiapkan SDM PTPS yang mumpuni untuk mengawal proses pungut hitung di TPS," tandas dia.
Editor : Bahana.