RADAR JOGJA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang mencatat ada 153 tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi. Dari jumlah itu, ada sekitar 30.944 pemilih yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Srumbung, Sawangan, dan Dukun.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang M Habib Shaleh menyebut, 153 TPS di KRB III Gunung Merapi itu diperoleh setelah bawaslu melakukan identifikasi dan pemetaan. Namun, dari data itu memang perlu dipastikan kembali dan berkoordinasi ulang dengan BPBD terkait desa yang masuk kategori rawan. Termasuk dengan BPPTKG yang berbasis dusun.
Baca Juga: Lagi, Tersangka Match Fixing Liga 2 PSSI Dilimpahkan ke Kejari Sleman
Dia menyebut, perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan BPBD dan KPU terkait penyusunan skema terburuk apabila terjadi bencana di KRB III. "Adanya jumlah yang besar ini, bawaslu perlu mengambil langkah preventif," ujarnya di Aula PDAM Tirta Gemilang, Jumat (2/2).
Ketua KPU Kabupaten Magelang Afiffuddin menambahkan, selain tiga kecamatan itu, ada kecamatan lain yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi. Seperti Muntilan, Salam, dan Mungkid. Menurut dia, setiap desa di KRB III itu sudah ada bentuk kerja sama yang sifatnya permanen, yakni sister village. “Kalau terjadi pada pemilu, sudah bisa diantisipasi," ujarnya.
BPBD juga bakal mengerahkan anggotanya di setiap titik di daerah rawan bencana. Agar pelaksanaan pemilu pada 14 Februari mendatang bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Namun, terkait dengan pemindahan TPS, hal itu menjadi kewenangan KPU. "Apabila H-1 hujan dua jam berturut-turut, TPS di lokasi rawan itu kami beri rekomendasi untuk segera dipindahkan," tegasnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo