Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karena Ini KPPS Harus Siap-Siap Lembur Hitung Surat Suara

Muhammad Hafied • Kamis, 1 Februari 2024 | 12:40 WIB
KOTAK SUARA: KPU Kebumen gelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2024 di Balai Desa Grogolpenatus, Petanahan, kemarin.
KOTAK SUARA: KPU Kebumen gelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2024 di Balai Desa Grogolpenatus, Petanahan, kemarin.

RADAR JOGJA - Simulasi pemungutan dan perhitungan surat suara Pemilu 2024, pada Rabu (31/1). Simulasi tersebut sengaja digelar sebagai gambaran petugas KPPS saat proses coblosan, 14 Februari 2024 mendatang.

Komisioner KPU Kebumen Heri Purnama memprediksi, proses pemungutan hingga rekap perhitungan surat suara bakal rampung hingga malam. Estimasi waktu tersebut telah dihitung berdasar kerja KPPS dalam memproses surat suara masuk. Ditambah ada proses rekap surat suara berbasis sistem aplikasi.

"Pas (simulasi) di Kutowinangun itu kami menghitung surat suara pasangan presiden dan wakil presiden dan DPR RI sampai penggunaan Sirekap penutupan di pukul 18.00," jelas Heri saat monitoring simulasi di Balai Desa, Grogolpenatus, Petanahan.

Heri menyebut, KPU Kebumen sudah menggelar dua kali simulasi terkait pemungutan dan perhitungan surat suara. Berkaca dari simulasi lalu seluruh rangkaian dinyatakan selesai hingga petang.

Itu pun simulasi baru sebatas menghitung dua jenis surat suara. Artinya ketika menyelesaikan lima jenis surat suara, otomatis akan menambah waktu kerja. "Hari ini kami menghitung DPD dan DPR RI. Waktu bisa lebih. Tambah jam," ucapnya.

Pantauan di lokasi, TPS tampak ditata layaknya hari H pencoblosan. Denah ruangan hingga petugas KPPS ditempatkan sesuai petunjuk teknis pelaksanaan pemilu. Dari sisi keamanan, jajaran kepolisian bersama satlinmas terlihat berjaga di sekitar TPS.

Lebih lanjut, dalam simulasi tersebut KPU Kebumen juga menyediakan sampling lima jenis surat suara. Antara lain, surat suara pasangan presiden dan wakil presiden. Kemudian surat suara DPR RI, DPD, DPRD Provinsi serta DPRD kabupaten/kota.

"Simulasi kali ini kami gunakan 246 DPT dan enam DPTb. Yang terpenting petugas satu per satu memahami tahapan dan tanggung jawab," urai Heri.

Dari simulasi ini, kata Heri, KPU bersama petugas KPPS akan melihat langsung sejumlah kendala yang dihadapi. Setelah itu sebagai bahan evaluasi dan mitigasi berbagai persoalan tata laksana Pemilu 2024 di TPS. "Maksud kami supaya masyarakat juga tahu secara pasti sistematika pelaksanaan pas datang ke TPS," imbuhnya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kebumen Imam Khamdani mengatakan, khusus pengawas TPS tidak ada tahapan simulasi.

Baca Juga: Setiap Pemilih Rerata Butuh Tiga Menit, Ternyata Kendalanya Ada Pada...

Kendati begitu, pihaknya terus menekankan tugas dan fungsi pengawas pemilu melalui berbagai bimbingan teknis. "Kami fokus pada nilai penyelesaian sengketa di TPS. Kedatangan petugas itu untuk memastikan tidak ada kejadian khusus," kata Imam.

Imam mencatat, ada beberapa fokus perhatian pengawas TPS saat bekerja di lapangan. Salah satunya memastikan langkah antisipasi agar pelaksanaan pemungutan maupun perhitungan surat suara dapat berjalan sesuai aturan.

Kemudian, pengawas pemilu juga dituntut paham tentang aturan kepemiluan. "Kalau masih bingung misal ada sengketa, harus berkomunikasi dengan pengawas satu tingkat diatasnya," jelasnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#KPU Kebumen #KPPS #Pemilu