RADAR JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo menggelar simulasi Pemilu 2024 di tempat pemungutan suara (TPS) 1 Desa Sengkil Wetan pada Rabu (27/12). Hasilnya, , ada beberapa kendala yang dihadapi seperti lansia yang kesulitan untuk membula surat suara ataupun mencoblos. Sehingga membutuhkan proses yang lebih lama.
"Untuk yang muda-muda sekitar satu menitan, kalau lansia ada yang lima sampai delapan menit," kata Ketua KPU Kabupaten Purworejo Jarot Sarwosambodo Rabu (27/12).
Kendala tersebut yang akan menjadi catatan KPU Kabupaten Purworejo untuk bahan evaluasi agar di pelaksanaan pencoblosan pada 14 Februari 2024 dapat berjalan dengan lancar. "Untuk hari H pencoblosan, bilik suara akan kami beri jarak dan meja akan menggunakan yang lebih pendek agar para disabilitas yang memakai kursi roda bisa menjangkau," sambung Jarot.
Hal tersebut sudah menjadi komitmen dari KPU Kabupaten Purworejo until mewujudkan pemilu inklusif. Yaitu, di setiap TPS di Kabupaten Purworejo dalam Pemilu 2024 harus ramah disabilitas.
Simulasi dibuat rill yaitu mulai dari pemungutan suara, perhitungan suara, hingga rekapitulasi suara menggunakan aplikasi Sirekap. Kegiatan simulasi tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran utuh khususnya untuk PPK dan PPS terkait proses pemungutan suara.
"Ini merupakan instruktur dari KPU RI untuk menjalankan simulasi di TPS yang benar-benar ada di wilayah," ungkapnya
Menurutnya, Desa Sengkil Wetan dipilih karena mempertimbangkan terkait aktivasi di masyarakat. "Dari situasi yang kami lihat di masyarakat, yang bisa dilakukan hari ini ya di sini. Kami buat seperti TPS sungguhan, kami mulai dari pukul 07.00," terang dia.
Diungkapkan, di TPS tersebut terdapat 108 orang daftar pemilih tetap (DPT). Dari jumlah tersebut terdapat pula para lansia dan juga penyandang disabilitas. Semua difasilitasi sesuai aturan yang ada.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, KPU Kabupaten Purworejo Margareta Ega Rindu S mengatakan menambahkan, ada beberapa hal yang nantinya akan diterapkan saat pencoblosan yaitu jarak antar meja bilik minimal 90 sentimeter. "Kalau TPS dibuat di bangunan tertutup, hindari akses yang bertangga, atau bisa disiasati," imbuh dia.
Diketahui, dalam simulasi tersebut, jenis surat suara yang digunakan ada lima jenis. Yaitu, surat suara calon presiden dan calon wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Surat suara yang digunakan juga spesimen dan berbeda dengan surat suara yang dalam Pemilu 2024.
Baca Juga: Parkir Sembarangan, Puluhan Kendaraan Digembosi dan Digembok Bannya, Paling Banyak di Pasar Kembang
Salah satu warga Desa Sengkilwetan Legiyah, 60, mengaku bingung saat melakukan simulasi pencoblosan. Menurutnya, simulasi pemilu tersebut perlu dilakukan agar saat pelaksanaan sungguhan tidak kaget. "Tadi sempat bingung, yang mau dicoblos apanya karena gambarnya kan buah-buahan sama nomor," katanya.
Selain bingung mencoblos, dia juga sempat kerepotan saat mau melipat suara kembali setelah mencoblos. "Takut salah. Tapi Insyaallah besok hari H bisa karena sudah dapat pengalaman dari simulasi ini," ungkap dia. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo