RADAR JOGJA - Debat Pilpres 2024 yang berlangsung pada 12 Desember kemarin menyoroti berbagai serangan dari pasangan nomor urut 1 hingga nomor urut 3.
Salah satunya adalah Prabowo Subianto. Dilansir melalui laman Instagram @vivacoid, Prabowo Subianto mendapatkan kritikan dan sindirian keras dari Ganjar Pranowo (capres nomor urut dua) seputar pertanyaan Hak Asasi Manusia (HAM) yang membuat Prabowo sedikit emosional saat menjawab pertanyaan sari beliau.
Menurut Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Budiman Sudjatmiko Prabowo sengaja tak ingin membalas serangan Ganjar terkait kasus Wadas dan e-KTP.
“Pak Prabowo tidak mau menjadi hakim moral. Seolah-olah beliau punya keunggulan superioritas moral dengan cara, misalnya mas Ganjar ditanyakan soal e-KTap dan Wadas," kata Budiman.
Budiman menyebutkan bahwa Prabowo tidak ingin menyerang Ganjar karena tak ingin panggung debat digunakan untuk tempat memberikan klarifikasi.
Dia menginginkan agar masyarakat menilai sendiri apakah Ganjar layak menjadi presiden atau tidak melalui panggung debat Pilpres tersebut.
“Pak Prabowo ingin mas Ganjar tunjukin sepantas apa beliau layak jadi presiden. Mas Anies sepantas apa layak jadi presiden sehingga pertanyaan-pertanyaan Pak Prabowo lebih berkaitan dengan yang dilakukan," ujar Budiman.
Itulah alasannya mengapa Prabowo memilih tak menyerang Ganjar kembali saat debat Pilpres 2024 berlangsung.
Editor : Meitika Candra Lantiva