RADAR JOGJA – Kirab Pemilu 2024 masuk Kota Jogja. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja menerima 18 bendera partai politik (parpol) dari Kabupaten Sleman. Selanjutnya, bendera parpol itu dikirab mengelilingi seluruh kemantren di Kota Jogja.
Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Politik, Partisipasi Pemilih dan SDM KPU Kota Jogja Franky Agitawan Mahendra menuturkan, kirab ini merupakan bagian dari melihat pemilu dari sudut pandang kebudayaan. Ini juga menjadi ajang sosialisasi menuju hari Pemilu 2024.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat. Baik dengan cara datang ke TPS atau ikut serta menjadi bagian kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) maupun satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas)."KPPS kami butuh (tenaga) di 298 TPS dikalikan tujuh orang, tenaga Linmas 10 ribu sampai 11 ribu. Itu membutuhkan partisipasi masyarakat," ujarnya, Rabu (18/10).
Untuk Kirab Pemilu 2024 sendiri, total ada sekitar 500 peserta yang turut mengikuti kirab. Bendera parpol diarak mulai dari Kantor DPRD DIJ hingga ke Museum Serangan Oemum 1 Maret. Dilanjutkan dengan gelaran deklarasi pemilu damai, bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Kota Jogja. Usai dikirab di tingkat kota, 18 bendera peserta pemilu itu nantinya akan kembali dikirab di tingkat kemantren."Pada 19 Oktober sampai 23 Oktober akan ada kirab pemilu di tingkat kemantren. Lalu, 23 Oktober mengantarkan bendera ke Bantul," imbuhnya.
Sementara itu, Sektetaris Badan Kesbangpol Kota Jogja Widiyastuti menuturkan deklarasi pemilu damai sebelumnya telah dilakukan di 14 kemantren di Kota Jogja. Dia menuturkan, deklarasi pemilu damai melibatkan seluruh pihak. Mulai dari pengawas dan peserta pemilu, jajaran Pemkot Jogja, TNI, Polri, hingga masyarakat. "Kami berharap melalui sosialisasi dan demokrasi pemilu damai bisa menciptakan pemilu damai dan bermartabat, serta mampu menjadi sarana integrasi bangsa," ujarnya. (isa/pra)