RADAR JOGJA – Para bakal calon presiden menawarkan visi dan misinya. Demikian juga dengan bakal capres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan.
Koalisi Perubahan terdiri atas gabungan tiga partai politik yang memiliki kursi di Senayan, yaitu NasDem, PKS, dan PKB. Anies Baswedan yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar rencananya akan mendaftarkan sebagai pasangan bakal capres dan cawapres ke KPU pada 19 Oktober 2023.
Dalam berbagai kesempatan, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017 - 2022 ini menyampaikan gagasan, visi dan misinya untuk menghadirkan kesetaraan dan keadilan guna mengatasi ketimpangan yang selama ini masih terjadi di tanah air.
Anies menyampaikan, setidaknya selama ini masih ada tiga ketimpangan yang harus diselesaikan agar masyarakat merasakan keadilan dan kesetaraan. Ketimpangan akses kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan.
Pertama, ketimpangan akses kebutuhan pokok. Menurut Anies, salah satu aspek pentingnya untuk menghadirkan kesetaraan adalah memberi kemudahan akses pada kebutuhan pokok. Kebutuhan pokok ini meliputi pangan, energi, air bersih, dan lainnya.
Maka, cara untuk memberi kemudahan akses kebutuhan pokok adalah menghilangkan kesenjangan pendapatan antarwilayah di tanah air.
Kedua, ketimpangan di pendidikan. Ini terlihat dari biaya pendidikan yang semakin mahal dan akses pendidikan yang kurang merata di berbagai wilayah. Padahal, menurut Anies, pendidikan merupakan eskalator sosial-ekonomi masyarakat.
“Pendidikan adalah eskalator sosial ekonomi: di (dari) bawah naik ke atas lewat eskalator pendidikan,” ungkap Anies.
Oleh karena pentingnya pendidikan, maka akses berkeadilan ke sekolah-sekolah berkualitas untuk masyarakat. Ini meliputi sekolah berkualitas yang terjangkau, sekolah berbasis kompetensi seperti vokasi untuk persiapan kerja, distribusi dan kesejahteraan guru pendidikan vokasi, dan pendidikan tinggi berkualitas yang terjangkau.
Ketiga, ketidakmerataan dalam pelayanan kesehatan. Menurut Anies, agar kesetaraan itu dirasakan oleh seluruh masyarakat, maka harus ada upaya memastikan kehadiran negara terhadap kesehatan sebuah keluarga, mulai dari seorang ibu mengandung bayinya hingga kelak ia sekolah.
“Memastikan bahwa dari (sejak) ibu hamil ada intervensi negara untuk memastikan bayi yang dikandungnya sehat sampai di usia masuk sekolah,” ujar Anies.
Anies memaparkan, investasi pada kualitas pembangunan manusia mampu menghadirkan kesetaraan untuk masyarakat. Dengan cara ini, masyarakat diberi keleluasaan untuk memperoleh layanan kesehatan dan akses pendidikan yang baik.
Kesehatan dan pendidikan yang baik ini diharapkan bisa mendorong kualitas manusia sehingga jauh lebih kompetitif, dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Pembangunan kualitas manusia adalah upaya meningkatkan kapabilitas masyarakat, secara fisik (kesehatan) dan wawasan/keterampilan (pendidikan), agar mereka menjadi orang yang lebih kompetitif.
Seperti yang dilakukan Perdana Menteri Singapura periode 1959 – 1990 Lee Kuan Yew dengan membangun keunggulan daya saing manusia. Hasilnya, Singapura berhasil keluar dari keterpurukan sebagai negara dunia ketiga menjadi dunia pertama (negara maju).
Berkaca dari pengalaman negara-negara maju Asia, Anies menilai pentingnya pembangunan kualitas manusia sebagai investasi bangsa agar mereka kelak hidupnya bisa lebih sejahtera.
Editor : Heru Pratomo