RADAR JOGJA - Pada era modern seperti saat ini para pelaku UMKM ataupun pedagang kaki lima (PKL) di Kota Jogja diharapkan bisa terus naik kelas. Ini dilakukan untuk memberikan rasa percaya bagi para konsumen.
Ketua Paguyuban Lumbung Utomo atau PKL Jalan Hayam Wuruk Junaidi menjelaskan, pedagang dituntut bisa memenuhi dua indikator untuk bisa naik kelas. Di antaranya, yakni memiliki nomor induk berusaha (NIB) yang berbasis risiko dan sertifikasi halal. Belakangan, pedagang di Jalan Hayam Wuruk diminta untuk melengkapi keduanya. Ini karena dinas terkait akan kembali melakukan pendataan secara riil.
"Berkaitan penataan izin usaha yang dulu terakhir 2017 kita punya izin lokasi. Kemarin, sebulan yang lalu kita dipanggil dari (dinas) perizinan bahwa akan ada izin kembali yang dulunya izin lokasi usaha akan diganti menjadi izin persetujuan usaha," jelasnya usai melaksanakan pertemuan dengan anggota Paguyuban Lumbung Utomo di salah satu warung makan di Jalan Hayam Wuruk, Bausasran, Danurejan, Kota Jogja, Senin (11/9).
Baca Juga: Tujuh Daerah di Jateng Masuk Kategori Rawan Tinggi Pemilu 2024
Junaidi memastikan dia bersama anggota paguyunan akam menaati regulasi. Sepanjang masih boleh berjualan di Jalan Hayam Wuruk, dia tak minta muluk-muluk, termasuk soal kepastian hukum bagi para PKL. Ini lantaran dia dan pedagang lainnya menyadari lokasinya dalam berdagang berdampingan dengan fasilitas umum, yakni trotoar dan guiding block bagi tuna netra.
"Kita ndherek, sithik edhing," tambahnya.
Baca Juga: Mahasiswa Baru Polbangtan dari 21 Provinsi
Sementara itu, Bacaleg DPR RI Dapil DIY yang juga mantan Bupati Sleman Sri Purnomo menyebut, pihaknya mendorong para pedagang untuk melengkapi NIB dan sertifikasi halal. Dia mengatakan proses pengurusan tak sulit. Sehingga para pedagang bisa dengan mudah mendapatkan NIB dan sertifikasi halal.
"Mereka tidak ada kesulitan. Hanya memang mereka belum mencoba. Kan pemerintag berupaya untuk melindungi semuanya. Jadi dalam rangka mengurus izin-izin itu, dalam rangka perlindungan pada semuanya," ujarnya.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Minta Capres, Cawapres, dan Caleg Beri Perhatian Khusus Soal Sampah
Sri juga mengingatkan pedagang untuk terus memperhatikan kebersihan tempat produksi. Selain itu juga memperhatikan kualitas bahan produksi. Jangan sampai menggunakan pewarna sintetis atau bahan pengawet. Semua itu dilakukan untuk menjadikan para PKL naik kelas.
"Namanya PKL harus naik kelas. Harapannya hari ini jualannya lebih bagus daripada kemarin, hari besok harus ada peningkatan itukan prinsip yang didorong," katanya. (isa)
Editor : Amin Surachmad