Dia juga menyebutkan nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Menurutnya kedua sosok ini adalah sama-sama pejuang bangsa. Memiliki tujuan yang sama meski menggunakan kendaraan politik yang berbeda.
“Ganjar dan Anies itu putra terbaik bangsa. Mereka juga berniat berbuat terbaik untuk bangsa dan negara. Saya kenal baik keduanya. Jadi jangan kena terprovokasi menjelekan siapapun,” jelasnya saat acara Halal Bihalal PPIR di Jogja Expo Center, Rabu (3/5).
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo. Fokusnya adalah menjaga kondusivitas bangsa dan negara. Termasuk menjelang kontestasi Pemilu 2024.
Dalam wejangan tersebut, Jokowi menyebut Pemilu 2024 adalah sebuah pesta demokrasi. Sehingga sudah sewajarnya disikapi dengan hati yang tenang dan ceria. Bukan sebaliknya, yang menimbulkan perpecahan dan permusuhan.
“Kita diingatkan oleh pak Jokowi, kita dalam posisi menguntungkan, sekarang dalam posisi yang sangat memungkinkan. Supaya bisa akur, pemimpinnya kompak, bisa jadi negara yang sangat maju, negara makmur, negara hebat dan negara ekonomi terbesar du dunia,” katanya.
Dalam pesan tersebut juga ada tentang sikap legowo. Agar seluruh pemimpin Partai Politik memiliki sikap yang sama. Usai Pemilu 2024 berakhir, langsung bangkit bersama membangun Indonesia.
“Prioritaskan masih banyak, kita harus bangun suasana yang sejuk. Bahwa pesta demokrasi, rakyat harus sejuk, tenang, harus gembira. Siapapun yang dipilih rakyat, kita harus bersatu,” ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News