JOGJA — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Notokusumo Jogjakarta kembali melepas para lulusannya untuk memasuki dunia kerja dan pengabdian di tengah perkembangan sektor kesehatan yang semakin dinamis.
Sebanyak 185 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi Wisuda STIKES Notokusumo Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Sahid Jogjakarta, Rabu (7/10).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 109 lulusan merupakan Diploma III Keperawatan, sedangkan 76 lainnya merupakan lulusan S1 Farmasi.
Prosesi wisuda dihadiri jajaran Yayasan Notokusumo, pimpinan STIKES Notokusumo, organisasi profesi, mitra institusi, orang tua atau wali, serta dosen dan tenaga kependidikan.
Ketua STIKES Notokusumo, Taukhit, mengatakan wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan justru akan menghadapi tantangan baru untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama berada di bangku kuliah.
Baca Juga: Dampak Kemarau Panjang, Debit Air Wisata Sungai Mudal Kulon Progo Menyusut Drastis
“Kami harap saudara dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang didapat untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat sesuai bidang masing-masing. Terus tingkatkan kompetensi dan keilmuan karena tantangan ke depan akan semakin besar,” kata Taukhit.
Menurutnya, para lulusan juga memiliki tanggung jawab untuk membawa nilai-nilai yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di STIKES Notokusumo. Selain kompetensi profesional, integritas, kerja keras, dan sikap amanah menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja.
Taukhit juga mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan peran keluarga dalam perjalanan pendidikan mereka. Dukungan dan doa orang tua dinilai menjadi bagian penting dari keberhasilan yang diraih para lulusan.
“Jangan lupa bahwa keberhasilan saudara berkat doa restu dan dukungan dari orang tua. Karena itu, setelah wisuda, segera temui orang tua atau keluarga untuk memohon restu agar ilmu yang sudah didapat mendapat ridho dari Allah SWT,” ujarnya.
Ia berharap para alumni STIKES Notokusumo nantinya mampu menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Semangat tersebut dirangkum dalam pesan agar para lulusan menjadi sosok yang langkung sae, langkung migunani.
“Yakni terus berkembang sekaligus memberikan kebermanfaatan melalui karya dan pengabdian,” pesannya.
Tantangan Teknologi Kesehatan
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Notokusumo, Drs. Samudro Tjondronegoro, menyoroti perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kesehatan yang semakin kompleks.
Menurutnya, tenaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan. Para lulusan juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi.
“Perkembangan teknologi bidang kesehatan, tuntutan keselamatan pasien, perubahan kebutuhan masyarakat, dan persaingan tenaga kesehatan menuntut lulusan yang tidak hanya punya pengetahuan, tapi juga kompeten, adaptif, berintegritas, dan bisa bekerja di lingkungan yang semakin maju,” kata Samudro.
Bagi lulusan S1 Farmasi, perkembangan industri farmasi, pelayanan kefarmasian, teknologi digital, keamanan dan mutu obat, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi.
Baca Juga: Bikin Luka Sulit Sembuh, Ini Alasan Antiseptik Tak Boleh Disiram Langsung pada Luka
Sementara bagi lulusan D3 Keperawatan, peluang pengembangan karier disebut tidak hanya terbuka di dalam negeri. Kesempatan bekerja di luar negeri juga semakin terbuka, meski membutuhkan kemampuan bahasa asing, kedisiplinan, pemahaman budaya kerja, serta integritas.
“Jangan berhenti setelah memperoleh gelar. Teruslah belajar, tingkatkan kompetensi, kuasai teknologi dan bahasa asing, berani mengambil peluang, serta tetap membawa nama baik almamater di mana pun saudara berada,” tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Yayasan Notokusumo, yakni “Gumregah Kanthi Budi Luhur Terus Maju.” Semangat tersebut dimaknai sebagai dorongan untuk terus bangkit, bergerak, dan maju dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budi luhur.
STIKES Notokusumo terus mengembangkan pendidikan di bidang kesehatan melalui sejumlah program studi. Saat ini, perguruan tinggi tersebut membuka program D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, S1 Farmasi, serta Pendidikan Profesi Ners.
Samudro berharap para lulusan mampu menjadi tenaga kesehatan yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Para alumni juga diharapkan terus menjaga hubungan dengan almamater serta ikut memperkenalkan STIKES Notokusumo kepada masyarakat.
Baca Juga: Jadwal PSS Sleman Vs PSM Makassar Berubah, Kick-off Dimajukan Jadi Sore
“Karena itu, hari ini kami melepas saudara dengan satu pesan, yakni Gumregah Kanthi Budi Luhur. Terus belajar, terus berkarya, terus mengabdi, dan terus maju,” pungkasnya.
Editor : Bahana.