Dulu Ingin Cepat Dewasa, Sekarang Malah Takut: Realita Gen Z Saat Hidup Mulai Serius

Frencia Keliat • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:50 WIB
Perjuangan Gen Z mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan dewasa. (foto: Frencia Keliat)
Perjuangan Gen Z mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan dewasa. (foto: Frencia Keliat) 

YOGYAKARTA - Dulu, menjadi dewasa terasa seperti sebuah kebebasan. Bisa menentukan pilihan sendiri, punya penghasilan, bepergian tanpa banyak ditanya, hingga menjalani hidup sesuai keinginan. Namun, ketika usia mulai bertambah, gambaran tentang kedewasaan ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Bagi sebagian Gen Z, memasuki usia 20-an justru menghadirkan banyak pertanyaan. Setelah lulus kuliah harus bekerja di mana? Kapan memiliki penghasilan tetap? Apakah sudah cukup berhasil dibandingkan teman sebaya? Hingga pertanyaan yang paling sering muncul, sebenarnya sedang berada di mana arah kehidupan?

Tekanan tersebut semakin terasa ketika media sosial memperlihatkan pencapaian orang lain setiap hari. Ada yang sudah bekerja, membangun bisnis, bepergian ke berbagai tempat, membeli kendaraan, bahkan memiliki rumah. Di sisi lain, masih banyak anak muda yang sedang berusaha mencari pekerjaan, menyelesaikan pendidikan, atau sekadar mencoba memahami apa yang sebenarnya ingin dilakukan dalam hidup.

Perbandingan semacam ini dapat membuat kehidupan pribadi terasa tertinggal. Fenomena Gen Z yang merasa “tua” di usia muda juga pernah dikaitkan dengan tekanan media sosial, krisis identitas, dan kebiasaan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.

Baca Juga: Kepergok Mencuri Barang di Minimarket OKU Selatan, Dua Ibu-ibu Klarifikasi Sampaikan Permintaan Maaf

Masalah finansial juga membuat fase dewasa terasa semakin nyata. Tantangan anak muda bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, tetapi juga bagaimana membangun rasa aman untuk masa depan. Tekanan biaya hidup, kebutuhan keluarga, serta ketidakpastian ekonomi menjadi beberapa hal yang turut dirasakan generasi muda.

Tidak heran jika kedewasaan yang dahulu dibayangkan sebagai kebebasan kini terasa seperti tanggung jawab yang datang bersamaan. Memiliki uang berarti harus belajar mengaturnya. Memiliki pekerjaan berarti ada tuntutan untuk mempertahankannya. 

Memiliki kebebasan berarti harus siap bertanggung jawab atas keputusan sendiri.

Namun, hidup tidak selalu harus mengikuti garis waktu yang sama. Ada orang yang menemukan pekerjaan lebih cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih panjang. Ada yang sudah mengetahui tujuan hidupnya sejak usia muda, sementara yang lain masih mencoba berbagai jalan untuk menemukan apa yang cocok bagi dirinya.

Pada akhirnya, menjadi dewasa mungkin bukan tentang seberapa cepat seseorang mencapai sesuatu. Kedewasaan juga berarti belajar menerima bahwa setiap orang memiliki waktu dan perjalanan yang berbeda.

Baca Juga: MTs Negeri 9 Sleman Diduga Tarik Pungli, Siswa Baru Diminta Dana Rp 1,9 Juta

Dulu, banyak anak muda ingin cepat dewasa karena membayangkan kebebasan. 

Kini, setelah berada di dalamnya, sebagian justru menyadari bahwa menjadi dewasa bukan tentang bebas dari masalah, melainkan belajar menghadapi masalah dengan kemampuan yang terus dibangun. (Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
anak muda dewasa Usia ketakutan Gen Z