SLEMAN - Keterbatasan ekonomi sering kali dianggap sebagai tembok tebal yang membatasi cita-cita. Namun bagi Dhea Ayu Nur’ani, putri seorang agen dan penjual koran asal Gandekan Nayan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, keterbatasan itu justru jadi bahan bakar utama.
Membuktikan bahwa pendidikan adalah pemutus rantai kemiskinan, Dhea sukses menuntaskan studinya di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta hanya dalam waktu 3 tahun 11 bulan dengan beasiswa penuh.
Tak sekadar lulus cepat, gadis kelahiran 20 tahun silam yang menempuh pendidikan di Program Studi Agribisnis ini melesat meraih predikat Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,96.
Ternyata, di balik capaian gemilangnya, ada pengorbanan luar biasa dari kedua orang tuanya, Sodiqin Zaenudin Sholeh (akrab disapa Sodikun) dan Indah Kurniasih. Setiap hari pukul 03.30 pagi, saat Jogja masih diselimuti udara dingin, pasangan suami istri ini sudah melangkah menembus subuh untuk menjajakan koran. Sodikun berjualan di Jalan Margo Utomo, sementara Indah di kawasan Jalan Laksda Adisucipto.
Baca Juga: Namche Mania Tampilkan Koreografi Singa, Dukung Tim Basket SMAN 6 Jogja Berlaga
Kemandirian Dhea pun sudah teruji sejak belia. Dulu sewaktu kecil, putri ketiga pasangan Sodikun dan Indah ini terbiasa ditinggal di rumah sendirian setelah sarapan disiapkan sang ibu, hingga salah satu orang tuanya pulang sejenak untuk mengantarkannya ke sekolah.
Kecerdasannya juga menonjol sejak dini. Lulusan SMPN 6 dan SMAN 9 Yogyakarta ini bahkan harus melakoni tes psikologi saat mendaftar SD IT Luqman Al-Hakim karena usianya baru 5 tahun 1 bulan.
Meski sempat diterima di Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UGM melalui jalur Mandiri atas harapan sang ayah, Dhea justru mantap memilih Agribisnis UPN "Veteran" Yogyakarta lewat jalur UTBK.
Keputusan itu kian terasa berkah ketika penjualan koran mulai merosot di era digital. Dhea justru berhasil memperoleh beasiswa kuliah gratis (UKT Rp 0) yang sangat meringankan beban finansial keluarga.
"Saya tahu betul perjuangan orang tua yang hampir tidak pernah libur, jadi fokus saya hanya belajar dan memberikan yang terbaik," ujar Dhea.
Baca Juga: SMAN 7 Yogyakarta Menang Tipis atas SMAN 1 Kalasan, Selisih Satu Poin
Suasana haru menyelimuti momen pelaksanaan wisuda di UPN "Veteran" Yogyakarta pada Sabtu (26/10/2026). Saat nama Dhea Ayu Nur’ani dipanggil ke atas panggung, kedua orang tuanya tak mampu membendung air mata.
Dengan mata berkaca-kaca menahan gemetar bahagia, Sodikun menyaksikan putri tercintanya berdiri tegak mengenakan toga kebanggaan. Bagi Sodikun, setiap tetes keringat yang terperas setiap pagi di pinggir jalan kini terbayar tuntas.
"Biarlah orang tua yang hidup susah, yang penting anak harus sekolah. Ibarat kata kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, kami siap. Karena satu-satunya cara memutus mata rantai kemiskinan ya hanya dengan pendidikan," tutur Sodikun lirih, dengan suara bergetar dan tatapan penuh rasa syukur.
Melihat usia Dhea yang masih sangat muda, Sodikun terus mendorong putrinya untuk menuntut ilmu setinggi mungkin.
Baca Juga: Raih Kemenangan Telak, Tim Putra SMA 6 Yogyakarta Tundukkan SMA 1 Banguntapan
Kini, Dhea sedang bersiap mengambil kursus bahasa Jepang sembari bekerja paruh waktu, mematangkan langkah untuk meraih mimpi besarnya mengejar beasiswa S2 ke Negeri Sakura.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja