Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor peternakan terus berkembang. Salah satunya dilakukan dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM.
Inovasinya melalui Adioranye AI, aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu kebutuhan praktis di bidang peternakan, berhasil meraih Golden Medal INOVETION Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IKA FKH IPB). Galuh menjadi satu dari 15 inovator yang terpilih dari 50 kandidat inventor dan tokoh pelopor di bidang veteriner serta peternakan.
Nama Galuh tercatat sebagai penerima Golden Medal INOVETION Award 2026 melalui inovasi bertajuk Adioranye AI – Aplikasi berbasis Artificial Intelligence untuk Peternakan.
Baca Juga: Kritik Keras untuk Michael Carrick, Fans Manchester United: Bersama Ruben Amorim akan Lebih Baik
Penghargaan tersebut diserahkan pada 18 September 2026 di Hall Nusantara, Ruang Garuda 5A-5B, Indonesia Convention Expo (ICE), BSD City.
INOVETION Award diberikan kepada inovator dan inventor yang dinilai menjadi pelopor dalam pengembangan bidang veteriner, peternakan, dan kedokteran hewan di Indonesia.
Dalam proses penilaian, juri melakukan penggalian informasi, pendalaman, hingga verifikasi terhadap inovasi yang diajukan. Ada empat aspek utama yang menjadi pertimbangan, yakni kebaruan, keunikan, kemanfaatan, serta peluang pengembangan atau scale up secara komersial.
AI untuk Bantu Peternak
Galuh menjelaskan, Adioranye AI dikembangkan melalui penyesuaian teknologi sekaligus penambahan data pelatihan atau training data. Langkah tersebut dilakukan agar AI mampu memahami konteks serta kebutuhan yang lebih spesifik di sektor peternakan.
Salah satu penerapannya adalah membantu peternak dalam menyusun ransum. Aplikasi ini juga diarahkan untuk membantu pengguna membaca dan menginterpretasikan data sekaligus memberikan dukungan dalam menentukan keputusan berdasarkan data yang tersedia.
“Adioranye AI tidak sekadar diarahkan sebagai sarana untuk memperoleh jawaban atau informasi, tetapi harapannya sebagai alat bantu dalam proses analisis dan pengambilan keputusan di bidang peternakan,” papar Galuh, Senin (21/9).
Menurutnya, pendekatan tersebut membuka peluang agar berbagai data yang dimiliki peternak tidak berhenti sebagai angka atau informasi mentah. Data tersebut dapat diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengelola usaha peternakan.
Saat ini, Adioranye AI masih dalam tahap pengembangan. Penyempurnaan terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan aplikasi sekaligus memperluas manfaatnya bagi pengguna di sektor peternakan.
Baca Juga: Kritik Pedas Gary Neville atas Performa Manchester United: Sungguh Memalukan
Adioranye AI juga telah dapat digunakan untuk keperluan uji coba secara daring melalui laman adioranye.vercel.app/ai.
Pengembangan aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan teknologi AI dengan kebutuhan nyata di sektor peternakan. Integrasi kecerdasan buatan dengan pengetahuan serta data peternakan diharapkan dapat membantu proses analisis dan mendorong pengambilan keputusan yang semakin berbasis data.
Editor : Bahana.