MAGELANG — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) terus memperkuat profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan melalui sertifikasi kompetensi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran sekaligus memastikan kompetensi dosen dan pranata laboratorium pendidikan (PLP) selaras dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang peternakan.
Sebagai perguruan tinggi vokasi pertanian, Polbangtan Yoma menerapkan pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik. Karena itu, kompetensi teknis dan profesional dosen maupun tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran berbasis keterampilan.
Polbangtan Yoma bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP) Kementerian Pertanian menyelenggarakan sertifikasi kompetensi pengawas bibit ternak (wasbitnak) bagi tenaga pendidik dan kependidikan pada 9–11 September 2026. Kegiatan berlangsung di Kampus Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sebanyak 11 dosen dan 5 PLP Program Studi Teknologi Produksi Ternak mengikuti rangkaian sertifikasi. Seluruh peserta direkomendasikan kompeten setelah menyelesaikan proses sertifikasi.
Upaya penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci kemajuan sektor pertanian nasional. “Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” tegas Amran.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa SDM memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) BPPSDMP Kementan Tedy Dirhamsyah yang hadir secara virtual menegaskan pentingnya peran tenaga pendidik dan kependidikan dalam menyiapkan generasi muda pertanian.
Menurutnya, dosen tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, keterampilan, profesionalisme, dan kompetensi generasi penerus pembangunan pertanian, khususnya di subsektor peternakan.
“Dosen dan tenaga kependidikan memiliki peran yang sangat strategis. Khususnya dosen, tidak hanya menyampaikan ilmu kepada mahasiswa, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, keterampilan, profesionalisme serta kompetensi generasi penerus pembangunan pertanian, khususnya di subsektor peternakan,” papar Tedy.
Ia menambahkan, peran tersebut perlu didukung dengan kompetensi teknis yang relevan dengan perkembangan sektor pertanian dan kebutuhan dunia kerja. “Seorang dosen, khususnya di sekolah vokasi, perlu memiliki kompetensi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga kompetensi teknis dan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor pertanian,” jelasnya.
Menurut Tedy, sertifikasi kompetensi pengawas bibit ternak menjadi salah satu kompetensi yang relevan bagi dosen dan tenaga kependidikan di bidang peternakan. Kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas tenaga pendidik sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih aplikatif.
Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan yang hadir langsung di Kampus Tegalrejo mengatakan, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu program untuk memperkuat kapasitas SDM Polbangtan Yoma, khususnya tenaga pendidik dan kependidikan. “Ini salah satu program kami. Kami ingin setiap program studi sudah sertifikasi kompetensi semua, karena semakin banyak yang memiliki sertifikasi kompetensi, semakin banyak manfaat yang dapat diaplikasikan kepada masyarakat,” ucap Hermawan.
Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan tidak berhenti pada pengakuan kompetensi secara individu. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat ditransfer ke mahasiswa dan memperkaya proses pembelajaran di kampus.
Dengan demikian, sertifikasi kompetensi menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan vokasi yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Dosen dan PLP yang memiliki kompetensi teknis dapat memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus memberikan pengalaman yang lebih relevan kepada mahasiswa.
Pada akhirnya, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan diharapkan tidak hanya memperkuat mutu internal Polbangtan Yoma, tetapi juga memberikan dampak lebih luas melalui lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi bagi pembangunan sektor peternakan Indonesia.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji