GUNUNGKIDUL - Rencana regrouping membayangi SDN Puleireng di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus. Sekolah yang masih memiliki bangunan cukup layak dan akses dekat bagi warga itu kini hanya memiliki 24 murid dari kelas I hingga VI.
Kepala sekolah SDN Puleireng Warjita mengatakan, jumlah murid yang minim membuat kapasitas sekolah tidak lagi sebanding. Sekolah memiliki enam ruang kelas dengan bangunan seluas sekitar 500 meter persegi. "Hanya 24 murid, kelas VI paling banyak," kata Warjita saat ditemui, Selasa (15/9).
Kondisi tersebut membuat sekolah tidak mengajukan renovasi karena adanya rencana regrouping. Informasi yang diterima sekolah, penggabungan sempat direncanakan pada Agustus.
Baca Juga: Pergantian Menkeu dari Purbaya ke Suahasil Nazara, Momentum Kembalikan Danais Rp 1,5 Triliun
Namun hingga September belum ada kepastian. "Karena muridnya sedikit dan ada rencana regrouping, maka kami tidak melakukan pengajuan renovasi," ujarnya.
Padahal, Warjita menilai kondisi bangunan sekolah masih cukup layak untuk digunakan. Menurut dia, saat muridnya banyak sampai ada rumah dinas di selatan sekolah. “Tapi karena sekarang muridnya sedikit, gurunya demikian, jadi ya seperti itu kondisinya terbengkalai," ungkapnya.
Karena itu, rencana penggabungan dinilai menjadi dilema. Sejumlah wali murid dan pemerintah kalurahan disebut masih berharap SDN Puleireng dipertahankan. Salah satu alasannya karena lokasi sekolah lebih dekat dengan permukiman warga.
Baca Juga: Sugiyarto Unggul Telak dalam Pemungutan Suara Senat Untidar, Tiga Nama Diusulkan ke Mendiktisaintek
"Sebenarnya eman-eman ini sekolahnya, karena masih cukup layak, bangunannya juga luas," katanya.
Di sisi lain, jumlah murid yang minim juga membawa konsekuensi terhadap operasional sekolah. Warjita mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat memengaruhi alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.
Kondisi jumlah murid dan jam mengajar yang tidak memenuhi ketentuan juga berpotensi berdampak terhadap pencairan tunjangan profesi guru. (cr1)
Editor : Heru Pratomo