Festival Film Pelajar Jogja XVII, 17 Tahun Merawat Mimpi Sineas Muda dari 40 Kota

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 11:05 WIB
Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) XVII kembali digelar, menjadi panggung bagi para pembelajar seni film untuk menunjukkan karya sekaligus merayakan proses berkarya.
Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) XVII kembali digelar, menjadi panggung bagi para pembelajar seni film untuk menunjukkan karya sekaligus merayakan proses berkarya.

 BANTUL – Ada sesuatu yang istimewa ketika ratusan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul bukan untuk berlomba menjadi yang terbaik, melainkan untuk saling belajar dan bertukar cerita. Itulah suasana yang terasa di Kampus Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia (FSMR ISI) Yogyakarta pada Sabtu hingga Minggu, 12-13 September 2026. Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) XVII kembali digelar, menjadi panggung bagi para pembelajar seni film untuk menunjukkan karya sekaligus merayakan proses berkarya.

Pembukaan festival diresmikan langsung oleh Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Irwandi, bersama Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dian Laksmi Pratiwi, pada Sabtu (12/9/2026). Suasana hangat menyelimuti acara tersebut, terutama ketika Prof. Irwandi menyadari bahwa banyak alumni ISI Yogyakarta yang terlibat sebagai panitia bersama mahasiswa dari kampus lain di Yogyakarta.

Dengan nada berseloroh, Prof. Irwandi mengungkapkan harapannya agar FFPJ semakin sering menggelar festival di ISI Yogyakarta. "Sering-seringlah FFPJ bikin festivalnya di ISI Yogyakarta. Kampus ini sangat terbuka untuk bersinergi dengan berbagai kalangan yang memiliki perhatian tinggi terhadap pendidikan dan kebudayaan. Hal ini juga sangat relate dengan kota Yogyakarta yang istimewa dan terbuka menerima berbagai kalangan dalam kehidupan sehari-harinya," katanya.

Rektor ISI menambahkan bahwa partisipan FFPJ XVII 2026 yang berasal dari lebih dari 40 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia membuktikan festival ini memiliki tempat istimewa di hati para pembelajar seni film. Sebanyak 127 karya yang terdaftar menjadi amanah yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Semua data ini perlu dirawat agar festival semakin dipercaya oleh para pemangku kepentingan, khususnya para pelajar.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan 17 tahun FFPJ merupakan proses yang luar biasa. Dinamika tentu ada, dan merawatnya bukan perkara mudah. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi DIY pada tahun 2025 lalu memberikan Anugerah Kebudayaan kepada FFPJ. "Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY di akhir tahun 2025 memberikan Anugerah Kebudayaan 'Upakarya Budaya' kepada FFPJ atas dedikasinya dalam pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan di DIY," kata Dian Laksmi.

Baca Juga: Elversberg 1-2 Bayern Munich, Harry Kane Menjadi Pahlawan Kemenangan The Bavarians

Dian melanjutkan bahwa FFPJ konsisten menemani dan merawat talenta-talenta pelajar yang mencintai seni film. Hal ini searah dengan program Manajemen Talenta Nasional/Daerah yang bertujuan menjaring, memetakan, dan mengembangkan potensi pelaku seni budaya secara terstruktur dan berkelanjutan, dari daerah hingga kancah global. Para pembelajar film pun memiliki kesempatan untuk berkembang lebih jauh.

Dalam laporan panitia, Direktur Eksekutif FFPJ XVII 2026, Ghalif Putra Sadewa, menyampaikan bahwa acara puncak hanyalah salah satu titik pertemuan dalam perjalanan yang lebih panjang. Setelah festival berakhir, persahabatan, kolaborasi, pengetahuan, dan keberanian untuk terus berkarya diharapkan semakin bertumbuh. FFPJ ingin tetap menjadi ruang terbuka bagi pelajar untuk belajar dan menemukan oase perjumpaan serta pertukaran pengetahuan.

Pendiri FFPJ, Tomy Widiyatno Taslim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FFPJ XVII 2026 dengan tema "Mulat Sarira" menjadi ruang refleksi diri sekaligus momentum pembuka untuk melanjutkan proses ke hajatan tahun berikutnya, FFPJ XVIII 2027. Tema ini mengajak para peserta untuk melihat ke dalam diri, menggali makna, dan menemukan kekuatan dari dalam untuk berkarya lebih baik lagi.

Selama dua hari acara puncak di Kampus FSMR ISI Yogyakarta, FFPJ yang merupakan ajang apresiasi dan literasi melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari Apresiasi Seni Film, Bedah Karya Film Pendek Pelajar, Sarasehan Paradigma Berfilm, Dialog Bahasa Visual, Temu Komunitas Pelajar, hingga Penganugerahan Karya. Setiap sesi dirancang untuk memberi ruang belajar yang setara bagi semua peserta, bukan sekadar kompetisi.

Baca Juga: VAR Blunder di Old Trafford, Gol Haaland ke Gawang MU Diakui Keliru

Pelaksanaan FFPJ XVII 2026 didukung oleh FSMR ISI Yogyakarta, Dinas Kebudayaan DIY, Fakultas Ilmu Pendidikan UNU Yogyakarta, Unstrat Universitas Negeri Yogyakarta, dan beberapa mitra lainnya. Dukungan ini menunjukkan bahwa ekosistem film pelajar di Yogyakarta tumbuh bersama, saling menguatkan, dan terus menjaga semangat kolaborasi.

Bagi para pelajar yang terlibat, FFPJ bukan sekadar festival tahunan. Ia adalah rumah tempat mimpi-mimpi kecil tentang layar lebar dirawat dengan sabar. Di sana, mereka belajar bahwa film bukan hanya soal gambar bergerak, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan gagasan, merawat persahabatan, dan mencintai proses. Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat, dan FFPJ telah membuktikan bahwa konsistensi adalah bentuk cinta paling nyata pada seni dan pendidikan.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
FFPJ XVII 2026 film pelajar Indonesia Anugerah Kebudayaan DIY ISI Yogyakarta FESTIVAL Film Pelajar Jogja