SMA Global Darussalam Academy Jogja Rayakan HUT Ke-2, Perkuat Pendidikan Islami Berwawasan Global

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:53 WIB
Syukuran HUT kedua SMA Global Darussalam Academy dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Sunni Global Darussalam sekaligus pemilik GDA, Muhammad Romahurmuziy, S.T., M.T.; Ketua Yayasan Sunni Global Darussalam, dr. Henny Widiyanti; serta Direktur Yayasan Sunni Global Darussalam, Aini Husna, M.Pd. pada 10 September 2026.
Syukuran HUT kedua SMA Global Darussalam Academy dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Sunni Global Darussalam sekaligus pemilik GDA, Muhammad Romahurmuziy, S.T., M.T.; Ketua Yayasan Sunni Global Darussalam, dr. Henny Widiyanti; serta Direktur Yayasan Sunni Global Darussalam, Aini Husna, M.Pd. pada 10 September 2026. 

YOGYAKARTA – Dua tahun mungkin terdengar singkat. Namun, bagi SMA Global Darussalam Academy (GDA) Jogja, perjalanan tersebut menyimpan banyak cerita. Ada ikhtiar, pembelajaran, kebersamaan, prestasi, sekaligus doa yang terus dipanjatkan untuk menghadirkan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan.

Memperingati ulang tahun kedua pada 10 September 2026, SMA GDA Jogja memilih merayakannya dengan cara yang tidak sekadar seremonial. Rangkaian kegiatan donor darah dan GDA Fest menjadi bagian dari perayaan sekaligus ruang untuk mempererat hubungan seluruh keluarga besar sekolah.

Direktur Yayasan Sunni Global Darussalam, Aini Husna, M.Pd., mengatakan ulang tahun kedua menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar GDA untuk bersyukur sekaligus melakukan refleksi. Kehadiran GDA di Yogyakarta, menurutnya, merupakan bagian dari ikhtiar menyediakan ruang bagi talenta-talenta muda yang kelak diharapkan menjadi pemimpin masa depan bangsa.

“Sebagai sekolah baru, kami perlu terus mengevaluasi diri, belajar, dan memperbaiki diri,” ujar Aini. Evaluasi tersebut penting agar layanan pendidikan yang diberikan GDA tidak berhenti pada kepentingan murid, tetapi juga mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Semangat berbagi kemudian diwujudkan melalui kegiatan donor darah. Hampir 50 peserta yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, dan orang tua murid ambil bagian. Kegiatan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, nilai akademik, dan prestasi, tetapi juga tentang kepedulian kepada sesama.

Baca Juga: Muhammadiyah Siap Pererat Kolaborasi dengan PBNU, dari Pendidikan hingga Layanan Sosial

Suasana berbeda terasa dalam GDA Fest. Panggung menjadi ruang ekspresi bagi keluarga besar SMA GDA Jogja. Band kolaborasi yang melibatkan yayasan, guru, dan tenaga kependidikan tampil menghidupkan suasana. Energi semakin terasa ketika para murid mengambil alih panggung.

Enam kelas menampilkan pertunjukan masing-masing. Kreativitas, keberanian, dan karakter anak-anak SMA terlihat dari penampilan yang segar dan penuh eksplorasi. Riuh tepuk tangan pun mengiringi berbagai aksi yang ditampilkan para siswa.

Antusiasme tidak hanya datang dari murid. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua turut menikmati rangkaian acara. Bagi Aini, respons tersebut menunjukkan bahwa ulang tahun kedua GDA telah menjadi ruang kebersamaan yang meninggalkan kesan bagi seluruh civitas sekolah.

Jika tahun pertama dirayakan secara sederhana melalui doa bersama pengurus yayasan, tahun kedua terasa berbeda. Perayaan kali ini dibuat lebih terbuka dan meriah. Namun, kemeriahan itu tetap diletakkan sebagai bagian dari refleksi perjalanan sekolah yang masih berada pada tahap awal.

Baca Juga: Pulihkan Pendidikan Pascagempa Flores, Kemenag Siapkan 16 Ruang Belajar dan 1.000 School Kit

Memasuki tahun ketiga, GDA membawa modal berupa berbagai prestasi yang telah ditorehkan para murid. Aini menilai capaian tersebut lahir dari pertemuan antara talenta siswa dengan sistem pendidikan yang dirancang untuk mengembangkan potensi mereka secara menyeluruh.

SMA GDA Jogja sendiri merupakan sekolah menengah atas berasrama yang memadukan pendidikan akademik berwawasan internasional, nilai-nilai Islam, pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan potensi siswa secara holistik. GDA juga mengembangkan International Baccalaureate (IB) Diploma Programme (DP) untuk mempersiapkan siswa menghadapi pendidikan tinggi dan lingkungan global.

Kehidupan asrama menjadi bagian penting dari proses tersebut. Siswa tidak hanya belajar melalui pelajaran akademik, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari. Kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial dibangun dalam keseharian.

Ke depan, GDA berharap dapat menjadi salah satu pilihan utama bagi talenta-talenta unggul dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai sekolah berbasis asrama, GDA juga menyediakan kesempatan beasiswa bagi siswa berprestasi. Penerimaan siswa baru (SPMB) tahun ajaran 2027/2028 telah dibuka melalui jalur beasiswa prestasi maupun jalur reguler.

Syukuran HUT kedua SMA Global Darussalam Academy turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Sunni Global Darussalam sekaligus pemilik GDA, Muhammad Romahurmuziy, S.T., M.T., serta Ketua Yayasan Sunni Global Darussalam, dr. Henny Widiyanti.

Baca Juga: Dukung Pendidikan Anak Usia Dini, Ribuan Anak PAUD Gunungkidul Terima Beasiswa Gunungkidul Cerdas

Dari Yogyakarta, GDA ingin menanamkan nilai keislaman sekaligus menyiapkan generasi yang mampu melangkah ke dunia dengan ilmu, karakter, dan keyakinan. Dua tahun menjadi awal. Perjalanan panjang untuk melahirkan insan yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan dunia baru saja dimulai.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Pendidikan Yogyakarta GDA Jogja HUT GDA ke-2 sekolah berasrama Yogyakarta SMA Global Darussalam Academy