War Bimbel di Jogja, Orang Tua Rela Antre Dini Hari Demi Kursi Les Anak

Rahmawati Wulandari • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:57 WIB
Ilustrasi orang tua antre mendaftarkan bimbel (AI)
Ilustrasi orang tua antre mendaftarkan bimbel (AI)

YOGYAKARTA – Fenomena tak biasa terjadi dalam dunia pendidikan di Yogyakarta. Orang tua rela datang sejak dini hari, bahkan menginap, demi mendapatkan nomor antrean pendaftaran bimbingan belajar (bimbel) untuk anaknya.

Fenomena tersebut terjadi di Bimbel Exist yang berada di kawasan Jalan Gayam, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Antusiasme orang tua untuk mendapatkan kursi bimbel begitu tinggi hingga pendaftaran layaknya “war” tiket.

Sejumlah orang tua bahkan datang sejak sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka rela menunggu dalam kondidi dini hari demi mendapatkan nomor antrean. Fenomena tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Bimbel Exist didirikan oleh Yurin Gagarin, seorang pensiunan guru Bahasa Indonesia. Bimbel tersebut telah berdiri sejak tahun 2000-an. Awalnya, Yurin hanya membuka bimbingan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan biaya Rp 150 ribu untuk setiap mata pelajaran per bulan.

Tingginya antusiasme orang tua membuat pendaftaran tahun ini berbeda dari tahun biasanya. Yurin membuka sekitar 400 slot dengan jumlah 20 siswa dalam setiap kelas. Tidak ada proses seleksi dalam penerimaan siswa. Siapa yang lebih cepat mendapatkan nomor antrean, dia yang memperoleh kesempatan. 

Yurin mengaku tidak menyangka bimbelnya akan didatangi banyak orang. Terlebih, selama ini dirinya mengaku tidak melakukan promosi secara khusus. 

Baca Juga: Torres Hattrick, Dembele Brace, PSG Hajar Slovan Bratislava di Parc Des Princes

“Kami itu enggak pernah promosi, tetapi insyaallah ya dari mulut ke mulut hasilnya itu output-nya itu hampir semuanya (masuk SMA) negeri dan favorit,” kata Yurin.

Para orang tua umumnya mendaftarkan anak yang masih duduk di kelas 8 SMP. Bimbingan tersebut dipersiapkan untuk menghadapi ujian di kelas 9 sekaligus meningkatkan peluang masuk SMA yang diinginkan.

Fenomena tersebut menunjukkan tingginya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak di Yogyakarta. Bagi sebagian orang tua, bimbel menjadi salah satu upaya tambahan untuk mempersiapkan anak menghadapi persaingan pendidikan.

Namun, fenomena “war bimbel” juga memunculkan perbincangan mengenai tekanan pendidikan terhadap anak. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY menilai antusiasme orang tua merupakan hal positif, tetapi persiapan pendidikan tetap perlu dilakukan secara proporsional dan tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak.

Di tengah fenomena tersebut, bimbel tetap menjadi pilihan tambahan bagi keluarga. Sementara bagi orang tua yang rela datang sejak dini hari, mendapatkan satu nomor antran menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pendidikan anak jauh sebelum tahun ajaran berikutnya dimulai.

Editor : Bahana.
Bimbel Jogja Pendidikan Jogja Bimbel Exist Orang Tua Murid Yogyakarta