BANTUL — Ratusan taruna dan taruni baru Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta mulai menjalani masa perkuliahan tahun ajaran 2026. Sebagai bagian dari pembekalan awal, mereka mengikuti Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) yang digelar selama empat hari, Senin (7/9) hingga Kamis (10/9).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua STTKD, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs. Dalam arahannya, Erwhin meminta para taruna dan taruni baru mempersiapkan mental serta membuka diri untuk menerima berbagai materi selama mengikuti PDK.
Menurutnya, waktu empat hari merupakan kesempatan yang singkat sehingga peserta perlu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.
"Bimbingan dan kepemimpinannya akan berlangsung empat hari, waktu yang sangat singkat. Kita perlu mengosongkan gelas dan pikiran kita untuk menerima materi, baik di ruang kuliah umum maupun di lapangan," kata Erwhin, Senin (7/9).
Erwhin juga mengingatkan para taruna agar tidak melupakan tujuan utama mereka datang ke Yogyakarta. Ia meminta peserta tetap memegang teguh amanah dan pesan keluarga yang telah ditinggalkan di daerah asal.
Baca Juga: Operasional SPPG Wonokerto Turi Dihentikan Imbas Kasus Keracunan Puluhan Siswa
Menurutnya, berbagai destinasi wisata yang tersedia di Yogyakarta sebaiknya tidak mengganggu prioritas utama sebagai mahasiswa.
"Ingat pesan orang tua dan keluarga, tujuan utama di STTKD adalah belajar. Di Jogja banyak tempat wisata untuk healing, tapi itu dilakukan kalau pekerjaan utama sudah selesai. Jangan sampai lupa dengan tugas utama," ujarnya.
Selama pelaksanaan PDK, para taruna baru mendapatkan pembekalan dari sejumlah tokoh dan pejabat dengan latar belakang yang berbeda. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kehidupan akademik, tetapi juga budaya, kepemimpinan, keamanan digital, hingga wawasan kebangsaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan kampus dan struktur organisasi STTKD. Materi tersebut disampaikan Ketua STTKD Dr. Erwhin Irmawan bersama Wakil Ketua II, Nur Makkie Perdana Kusuma, S.Kom., M.Kom.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan struktur pejabat kampus, berbagai layanan akademik, program beasiswa, hingga Unit Kegiatan Taruna (UKT). Sejumlah kegiatan yang dapat diikuti taruna antara lain robotik, aeromodelling, futsal, dan seni tari.
Para peserta juga memperoleh pembekalan mengenai budaya dan tata krama khas Yogyakarta. Materi tersebut disampaikan Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Wironegoro.
Suami GKR Mangkubumi tersebut memberikan pemahaman mengenai sejarah Keraton Yogyakarta, termasuk etika ketika tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Belajar Keamanan Digital hingga Bahaya Narkoba
Pembekalan berikutnya berkaitan dengan hukum dan keamanan digital yang disampaikan Kasubdit Polda DIY AKBP Riko Sanjaya, S.H., S.I.K., M.H.Li.
Dalam materinya, AKBP Riko membahas perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sekaligus memberikan edukasi mengenai berbagai ancaman yang dapat dihadapi generasi muda di ruang digital.
Para taruna juga mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba, judi online (judol), serta pinjaman online (pinjol) ilegal.
Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Wakil Ketua OSIS di Karo Kehilangan Ingatan
Selain itu, STTKD turut memberikan sosialisasi mengenai program kerja sama dengan perguruan tinggi internasional sebagai bagian dari pengenalan peluang pengembangan akademik bagi para mahasiswa.
Edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika juga diberikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bantul. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran para taruna mengenai dampak dan risiko penyalahgunaan narkotika.
Rangkaian PDK kemudian dilengkapi dengan kuliah umum mengenai bela negara yang melibatkan Akademi Angkatan Udara (AAU). Materi tersebut diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan para taruna.
Melalui rangkaian pembekalan tersebut, STTKD berharap taruna dan taruni baru tidak hanya memiliki kedisiplinan dan ketahanan fisik, tetapi juga mampu mengikuti proses akademik dengan baik.
Pemahaman terhadap budaya lokal, kemampuan beradaptasi, wawasan kebangsaan, serta kesadaran terhadap berbagai tantangan di era digital juga diharapkan menjadi bekal penting bagi para taruna selama menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Editor : Bahana.