Sawangan Magelang Segera Punya SMA Negeri, Dibangun 2027, Beroperasi 2028

Naila Nihayah • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:09 WIB
Ilustrasi siswa SMA belajar di luar kelas (AI ChatGPT)
Ilustrasi siswa SMA belajar di luar kelas (AI ChatGPT)

 

MUNGKID – Pemprov Jateng dan Pemkab Magelang memastikan pembangunan SMA negeri di Desa Ketep, Sawangan mulai direalisasikan pada 2027.

Sekolah baru itu diharapkan memperluas akses pendidikan bagi warga di Kecamatan Sawangan dan wilayah sekitarnya. Terutama bagi calon siswa yang selama ini harus mengakses sekolah jenjang SMA di luar wilayah kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang Wisnu Argo Budiono mengatakan, pembangunan ditargetkan masuk pelaksanaan fisik pada tahun anggaran 2027.

Baca Juga: Heri Sutrsino Pertahankan Warisan Keluarga, Dipasarkan hingga Singapura

 Seluruh biaya pembangunan konstruksi akan ditanggung Pemprov Jateng. "Ini sudah MoU, InsyaAllah akan dibangun tahun 2027 dan anggarannya dari (pemerintah) Provinsi Jateng," kata Wisnu saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9).

Disdikbud memproyeksikan penerimaan siswa baru pertama kali dapat dilakukan pada tahun ajaran 2028. Penentuan lokasi sekolah pun, lanjut dia, tidak dilakukan secara langsung. Pemerintah sebelumnya melakukan feasibility study (FS) untuk mencari lokasi yang paling memungkinkan dari sisi teknis maupun ketersediaan lahan.

Dalam kajian tersebut, kata Wisnu, terdapat tiga wilayah yang sempat menjadi alternatif, yakni Kecamatan Pakis, Kaliangkrik, dan Sawangan. Lantas hasil kajian mengerucut pada Desa Ketep, Sawangan.

Baca Juga: Nasib Berbeda Dialami Dua Tim DIY di Awal Super League; PSIM Satu Poin, PSS Rela Telan Kekalahan

Satu pertimbangannya adalah tersedianya lahan milik Pemkab Magelang dengan luas sekitar 7.480 meter persegi. Dengan lahan yang telah tersedia, pemerintah memiliki lokasi yang dinilai memenuhi kebutuhan pembangunan tanpa harus mencari lahan baru dari warga.

"Desa Ketep akhirnya dipilih sebagai lokasi pembangunan setelah melalui proses penilaian itu dan kini tinggal menunggu tahapan pembangunan yang ditargetkan dimulai pada 2027," sebutnya.

Selama ini, kata dia, kebutuhan pendidikan menengah atas tidak hanya berkaitan dengan jumlah sekolah, tetapi juga persoalan akses.

Baca Juga: Miris! Landak Hutan Ditemukan Mati Terperangkap Dampak Karhutla di Kalimantan

 Jarak, waktu tempuh, dan pilihan sekolah menjadi pertimbangan bagi keluarga ketika menyekolahkan anak setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama. Dengan adanya sekolah baru,

Wisnu berharap, pilihan pendidikan bagi warga menjadi lebih dekat dan terbuka. Sehingga diharapkan pembangunan berjalan sesuai rencana dan penerimaan siswa baru dapat dimulai pada 2028. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
sma negeri sawangan Magelang ketep jawa tengah