KEBUMEN - Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen mulai menempatkan diri sebagai kampus favorit pilihan masyarakat.
Terbukti pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini sebagian berasal dari luar daerah. Mereka memilih UMNU sebagai tempat studi karena sistem akademik yang diterapkan dinilai lebih fleksibel.
Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi menyatakan, pada tahun ini pihaknya membuka kuota mahasiswa baru sebanyak 1.200 orang. Jumlah tersebut terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pohon Pinus di Lahan 1,5 Hektare Milik Perhutani di Kebumen Terbakar
Dari total mahasiwa yang masuk, mereka sebagian berasal dari luar kabupaten, seperti Banjarnegara, Purbalingga, Purworejo hingga Pemalang.
"Ini reputasi yang harus kami jaga. UMNU akan berupaya menjawab tantangan," katanya saat pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Minggu (6/9).
Imam menjelaskan, tingginya animo masyarakat untuk kuliah di UMNU tak lepas karena belakangan telah dibuka sistem perkuliahan melalui mekanisme rekognisi pembelajaran lampau atau RPL. Sistem ini terbilang banyak peminat lewat proses pengakuan kampus berdasar keterampilan dan pengalaman kerja.
Baca Juga: Miris! Landak Hutan Ditemukan Mati Terperangkap Dampak Karhutla di Kalimantan
Di samping itu perpaduan pembelajaran daring dan tatap muka yang diterapkan juga dinilai menjadi daya tarik tersendiri. "Ada mekanisme konversi. Nanti dihitung perlu ambil berapa mata kuliah. Kebanyakan dari luar daerah ambil RPL," ucapnya.
Bagi Imam, hadirnya mahasiswa non Kebumen tentu menjadi prestise atau sebuah pengakuan positif. Dia memastikan, kampusnya akan terus bertransformasi sesuai kebutuhan zaman. Dia bersyukur, meski UMNU terbilang kampus baru di Kebumen karena berdiri 2014, tetapi saat ini memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat.
Adapun UMNU pada tahun ini telah membuka 10 progam studi. Di mana program tersebut masuk dalam fakultas teknik, pertanian dan peternakan, keguruan dan pendidikan.
Baca Juga: Tiga Hari sejak Hilang di Pantai Entak, Penjaring Ikan Ditemukan Meninggal di Pantai Setrojenar
Terbaru, kampus Nahdlatul Ulama (NU) ini melakukan terobosan dengan membuka program studi baru, yakni manajemen haji dan umrah. "Komitmen kami melahirkan lulusan berdaya saing. Mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman," ucapnya.
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah mengaku senang karena UMNU Kebumen dapat menjadi bagian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, tingginya minat mahasiswa baru menunjukkan kampus daerah mampu bersaing dengan kampus ternama di daerah lain.
Dia optimis, UMNU ke depan mampu memperluas jangkauan sebagai salah satu perguruan tinggi berkualitas di wilayah Jawa selatan.
Baca Juga: Tak Ada dalam DSP, Marvin Loria dan Mauro Caballero Ternyata Belum Didaftarkan oleh PSIM Jogja
"Saya kira tepat pilih UMNU. Bukan cuma alumnus berani bersaing, kampus ini punya keunggulan tidak keninggalkan paham Ahulussunah Wal Jamaah," katanya.
Mahasiswa baru Prodi PAUD Lega Agista, 30, mengaku memilih UMNU karena membuka layanan RPL bagi kelompok guru. Program pembelajaran tersebut menurutnya menjadi pilihan tepat bagi tenaga pendidik yang ingin meraih status sarjana.
Kampus lain belum semua membuka layanan RPL melalui pengakuan pengalaman belajar dan pengalaman kerja sebelumnya. Ia mengaku terbantu dengan hadirnya layanan tersebut karena akan dilakukan konversi mata kuliah paling tidak untuk tiga semester.
"Di tempat kami belum ada RPL. Tahun ini saya dari Purbalingga bareng-bareng ada 54 orang," ungkapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo