Jumlah Mahasiswa Baru UMY Meningkat Pesat, Gaet Ribuan Maba dari Lintas Agama hingga Luar Negeri

Aris Romadhon • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 09:30 WIB

 

Suasana acara Menyambut Orang tua/Wali mahasiswa baru UMY di Sportorium UMY, Sabtu (5/9/2026). Romadhon/Radar Jogja
Suasana acara Menyambut Orang tua/Wali mahasiswa baru UMY di Sportorium UMY, Sabtu (5/9/2026). Romadhon/Radar Jogja

BANTUL - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerima 7.131 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Tak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mahasiswa baru UMY juga dari lintas agama dan mencakup mahasiswi asal Arab Saudi.

Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. mengatakan, total 7.131 mahasiswa baru tersebut terdiri atas 6.180 mahasiswa program sarjana, 317 mahasiswa S2, 59 mahasiswa S3, 49 mahasiswa pendidikan spesialis, serta 440 mahasiswa pendidikan profesi.

Achmad menyebut keberagaman menjadi salah satu karakter mahasiswa baru UMY tahun ini. Dari ribuan mahasiswa yang diterima, terdapat 14 mahasiswa beragama Kristen, 14 Katolik, lima Buddha, dan empat Hindu.

Menurut Achmad, keberadaan mahasiswa dari berbagai latar belakang tersebut menunjukkan keterbukaan UMY dalam memberikan akses pendidikan tinggi.

Baca Juga: Wujudkan Rantai Bisnis Kopi yang Kuat Lewat ICBS 2026

"UMY merupakan kampus yang inklusif, yang terbuka bagi semua anak bangsa untuk menempuh pendidikannya di UMY," ujar Achmad.

Di balik keberagaman tersebut, jumlah mahasiswa baru UMY tahun ini juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah mahasiswa baru bertambah sekitar 1.800 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kepercayaan masyarakat kepada UMY meningkat dan terbukti pada tahun ini jumlah mahasiswa UMY meningkat cukup pesat," ujarnya.

Peningkatan tersebut berjalan seiring dengan upaya UMY memperkuat kualitas akademik. Achmad menyebut 75 persen program studi UMY telah memperoleh akreditasi Unggul, sedangkan 40 persen lainnya telah terakreditasi internasional.

Baca Juga: Industri Kopi di Jogja Kian Bergairah, Konsumen Mulai Melek Kualitas hingga Asal Beans

Kisah keberagaman UMY juga datang dari mahasiswi berasal dari Arab Saudi, Eman Alshobhi. Wali mahasiswa tersebut menceritakan keponakannya yang berasal dari Madinah memilih meninggalkan keluarga untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.

Ia mengaku terharu melihat tekad keponakannya untuk berkuliah jauh dari negara asalnya.

"Dia ingin sekali untuk berkuliahan di Indonesia," ujarnya.

Wali Eman juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus yang telah membantu proses penerimaan keponakannya.

Baca Juga: Mengenal Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno, Awalnya Cari Rumput, Berhasil Menembus Dunia Statistik

Kepercayaan terhadap UMY juga datang dari luar Pulau Jawa. Sukri Palutturi, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas), datang dari Makassar untuk mengantarkan sekaligus menitipkan anaknya, Ahmad Fauzan, untuk berkuliah di UMY.

Sukri mengatakan reputasi Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu alasan dirinya memilih UMY.

"Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia adalah salah satu universitas top dan tidak kita sanksikan," ujar Sukri. (cr2)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
UMY mahasiswa baru meningkat luar negeri lintas agama