JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) resmi membuka gelaran lomba baris berbaris di Halaman Stadion Mandala Krida, Selasa (1/9/2026). Diikuti sebanyak 3.588 peserta dari jenjang SD hingga SMA sederajat, lomba tersebut akan berlangsung hingga Kamis (3/9/2026).
Wakil Wali (Wawali) Kota Jogja Wawan Harmawan berharap, lomba tersebut tidak sekadar hanya menjadi ajang adu ketangkasan fisik dan keselarasan. Namun harus bisa menjadi wadah penting untuk menempa mental serta karakter generasi muda.
Wawan menegaskan, terdapat empat nilai utama yang ingin ditanamkan melalui ajang tersebut. Yakni kedisiplinan, kejujuran, rasa tanggung jawab, dan cinta tanah air. Pembentukan karakter itu lebih penting ketimbang sekadar meraih piala.
Baca Juga: Tantang Bali United, PSS Sleman Boyong 22 sampai 23 Pemain ke Pulau Dewata
“Juara itu penting, tetapi karakter kalian yang akan dibawa pulang jauh lebih berharga. Disiplin yang dipelajari diharapkan tetap terbawa ke ruang kelas, dan kekompakan yang dibangun tetap hidup dalam pergaulan sehari-hari,” pesan Wawan kepada peserta lomba dalam pembukaan lomba.
Wawan juga mengingatkan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Ia berpesan bagi pemenang hendaknya bersikap rasa rendah hati dan menghargai lawan. Sementara, peserta yang menghadapi kekalahan harus dijadikan pelajaran untuk bangkit serta mengevaluasi diri.
Ia juga mengamanatkan para pembina dan pelatih terus membangun kedisiplinan dengan cara yang mendidik. Ketegasan diperlukan, namun harus memiliki tujuan akhir untuk membentuk karakter, rasa percaya diri, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.
Baca Juga: DPRD Bantul Desak BPS Pusat Evaluasi Data Desil, Khawatir Warga Kehilangan Bantuan
“Yogyakarta membutuhkan generasi muda yang cerdas sekaligus berkarakter, generasi yang berani mengambil keputusan namun mempunyai unggah-ungguh,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kota Jogja Agus Trimadi mengatakan, sebanyak 3.588 peserta terbagi dalam 86 peleton. Satu peleton terdiri dari 39 orang. Komposisi pesertanya meliputi 18 peleton dari jenjang SD/MI, 22 peleton jenjang SMP/MTs putri, 15 peleton jenjang SMP/Mts putra, 22 peleton jenjang SMA/SMK/MA, dan 15 peleton SMA/SMK/MA 15 peleton.
Agus menjelaskan, lomba baris berbaris dirancang sebagai bagian integral pelayanan kepemudaan di Disdikpora Kota Jogja. Terkhusus dalam upaya menunjang pendidikan karakter dan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa antusiasme peserta dalam perlombaan tersebut selalu tinggi setiap tahunnya.
Baca Juga: Susul Erwan Hendarwanto, Seto Nurdiantoro Jabat Direktur Akademi PSS Sleman
“Lomba ini bukan hanya soal siapa yang paling rapi atau siapa yang menjadi juara. Di dalam baris-berbaris ada nilai disiplin, kekompakan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerjasama,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita