UKDW dan ITB Hadirkan Jalur Sarjana–Magister untuk Perluas Peluang Pendidikan Mahasiswa

Bahana. • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:18 WIB
UKDW Yogyakarta memperluas kerjasama dengan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerja sama tersebut ditandai dengan sosialisasi Jalur Kerja Sama Sarjana-Magister (JKSM) sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang D.1.2 UKDW, Kamis (20/8).
UKDW Yogyakarta memperluas kerjasama dengan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerja sama tersebut ditandai dengan sosialisasi Jalur Kerja Sama Sarjana-Magister (JKSM) sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang D.1.2 UKDW, Kamis (20/8).

YOGYAKARTA – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta memperluas peluang pendidikan bagi mahasiswa melalui kerja sama akademik dengan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kerja sama tersebut ditandai dengan sosialisasi Jalur Kerja Sama Sarjana-Magister (JKSM) sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang D.1.2 UKDW, Kamis (20/8).

PKS ditandatangani Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D. bersama Dekan Fakultas Kependidikan dan Humaniora (FKHUM) UKDW Raden Bima Adi, S.Si., M.Th., M.A., Ph.D.

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga berbagai kegiatan akademik lainnya.

Salah satu program utama yang ditawarkan adalah JKSM. Melalui skema ini, mahasiswa UKDW, khususnya dari Program Studi Studi Humanitas, yang memenuhi persyaratan dapat mengambil mata kuliah jenjang magister di ITB melalui skema credit earning pada semester 7 dan 8.

Baca Juga: Pierre Sage Optimis Ismaila Sarr Bertahan di Crystal Palace ditengah Minat Liverpool

Mahasiswa yang lolos akan mendapatkan conditional acceptance dari Program Magister Teknokultur ITB. Mata kuliah magister yang telah ditempuh selama masa credit earning selanjutnya dapat dikonversi menjadi bagian dari kurikulum program magister sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan skema tersebut, mahasiswa berpeluang memperoleh gelar sarjana dari UKDW sekaligus gelar magister dari ITB hanya dalam 10 semester atau lima tahun.

Selaras dengan Pengembangan Digital Humanities

Kerja sama ini dinilai relevan dengan karakter Program Studi Studi Humanitas UKDW yang mengembangkan bidang Digital Humanities.

Program studi di bawah FKHUM UKDW tersebut memadukan kajian mengenai manusia, budaya, dan fenomena sosial dengan perkembangan teknologi digital.

Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman mengenai persoalan humaniora, tetapi juga keterampilan digital, seperti fotografi, videografi, animasi, storytelling, visualisasi data, hingga pemahaman mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

UKDW Yogyakarta memperluas kerjasama dengan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin Institut Teknologi Bandung (ITB)
UKDW Yogyakarta memperluas kerjasama dengan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin Institut Teknologi Bandung (ITB)

Kepala Program Studi Studi Humanitas UKDW Dra. Alviani Permata, M.Hum., mengatakan pendekatan tersebut menjadi respons terhadap kehidupan generasi muda yang semakin tidak terpisahkan dari teknologi.

Menurutnya, kemampuan menguasai teknologi harus berjalan beriringan dengan kesadaran mengenai nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, mahasiswa dapat menghasilkan karya yang autentik sekaligus memiliki arah.

Dekan FKHUM UKDW Raden Bima Adi menambahkan, teknologi dan AI pada dasarnya merupakan alat bantu. Manusia tetap memiliki peran utama dalam menentukan tujuan serta arah pemanfaatannya.

“Teknologi dan AI itu seperti running gear bagi seorang pelari. Alat tersebut membantu kita, tetapi kesadaran dan arah tujuan tetap ditentukan oleh manusia. Tujuan hidup kita akan tercapai ketika kita memiliki kesadaran bahwa kita adalah manusia. Kalau kita kehilangan kesadaran itu, secanggih apa pun peralatan yang kita gunakan tidak akan membawa kita sampai pada tujuan,” ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu titik temu antara UKDW dan ITB dalam menyikapi perkembangan teknologi. Pengembangan teknologi tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga perlu ditempatkan dalam konteks manusia, masyarakat, dan kebudayaan.

Baca Juga: Jalankan Tradisi, Pelatih hingga Pemain PSIM Jogja Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram

Berawal dari Kolaborasi di CODH 2026

Kerja sama UKDW dan ITB merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dibangun sejak Juli 2026.

Saat itu, Program Studi Studi Humanitas UKDW terlibat sebagai co-host dalam International Conference on Digital Humanities (CODH) 2026 yang digelar di ITB Bandung.

Konferensi tersebut mencatat 440 pendaftar yang berasal dari 46 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan.

“Kami berharap JKSM tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Studi Humanitas, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan berbagai kegiatan akademik lainnya,” kata Raden Bima.

Selain JKSM, ruang lingkup kerja sama UKDW dan ITB mencakup penelitian bersama, pemanfaatan dosen dan laboratorium, kerja praktik, program magang, seminar ilmiah, kuliah praktisi, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, UKDW berupaya memperluas jejaring akademik sekaligus memberikan pengalaman belajar lintas institusi kepada mahasiswa.

Baca Juga: Kehabisan Uang, Perempuan Ini Nekat Curi Motor Honda Genio di Magelang

Penguatan bidang Digital Humanities juga menjadi bagian dari strategi UKDW dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi. Mahasiswa didorong agar tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi secara teknis, tetapi juga menggunakannya secara kritis, kreatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Editor : Bahana.
Pendidikan Yogyakarta jalur sarjana magister Digital Humanities itb UKDW