Dinyatakan Kompeten, Lulusan Polbangtan Kementan Siap Tembus Dunia Kerja

Yogi Isti Pujiaji • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:03 WIB
sertifikasi kompetensi yang berlangsung selama empat hari, dari 18-21 Agustus 2026 di Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.
SIAP KERJA: Suasana sertifikasi kompetensi yang diikuti 128 lulusan Polbangtan Yoma di kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (31/8/2026). (ISTIMEWA)

 

MAGELANG – Kementerian Pertanian terus mendorong pertumbuhan sektor pertanian melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu yang dilakukan adalah memberikan sertifikat kompetensi bagi lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma).

Sejumlah 128 orang telah mengikuti sertifikasi kompetensi yang berlangsung selama empat hari, dari 18-21 Agustus 2026 di Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Setelah diwisuda pada 13 Agustus lalu, mereka langsung mengikuti rangkaian sertifikasi kompetensi dengan pemantauan langsung dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP) Kementerian Pertanian.

Pada Jumat (21/8/2026), LSP menyatakan 33 lulusan program studi Teknologi Produksi Ternak kompeten di bidang Pengawas Bibit Ternak. 

Sementara itu, 63 lulusan program studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan dinyatakan kompeten di bidang Penyuluhan Pertanian Pertama.

Selain itu ada 32 lulusan Program Studi Teknologi Pakan Ternak dinyatakan kompeten di bidang Pengawas Mutu Pakan.

Selanjutnya, LSP akan merekomendasikan kompetensi lulusan kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menerbitkan sertifikat kompetensi.

Hal ini sesuai dengan komitmen Kementerian Pertanian untuk mencetak SDM yang berkualitas dan diakui kompetensinya.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa lulusan Polbangtan dan PEPI merupakan SDM pertanian yang telah dipersiapkan untuk terjun ke dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.

“Anak-anak ini siap kerja karena selama pendidikan memang sudah dipersiapkan sebagai pekerja di bidang pertanian,” ujar Amran.

Menurut Mentan Amran, sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian nasional. Karena itu, lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi pertanian Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan, pendidikan vokasi pertanian terus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis sesuai bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi pertanian. “Para lulusan diharapkan menjadi kekuatan baru SDM pertanian Indonesia, baik sebagai agripreneur, tenaga profesional di dunia usaha dan dunia industri, pendamping petani, tenaga teknis, maupun aparatur pertanian yang mampu mendorong kemajuan sektor pertanian,” jelas Idha.

Dengan sertifikasi komptensi ini, setiap lulusan Polbangtan Yoma mengantongi dua sertifikat kompetensi pendamping ijazah. Ini adalah komitmen Polbangtan Yoma untuk menyiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja.

Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan Yoma Acep Perdinan menyebut skema sertifikasi ini sangat strategis karena dibutuhkan oleh dunia kerja. "Tiga skema yang diujikan ini sangat potensial di sektor pertanian, menjadi pilar untuk menopang kedaulatan pangan,” ucapnya.

Acep menambahkan, sertifkat yang akan diterima oleh lulusan menjadi pengakuan legal terhadap profesi.

Senada, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian yang sekaligus Ketua LSP Pertanian Kementerian Pertanian Tedy Dirhamsyah menyatakan, sertifikasi kompetensi merupakan instrumen strategis untuk memastikan tenaga kerja pertanian memiliki kemampuan yang terukur, terstandar, dan diakui secara profesional. “Melalui sertifikasi kompetensi ini, kami ingin memastikan bahwa SDM pertanian memiliki standar yang seragam pada aspek teknis, sehingga bisa memenuhi kebutuhan sektor kerja,” ujar Tedy.

Ia mengingatkan lulusan agar menjaga kedisiplinan, sehingga peningkatan kompetensi sejalan dengan karakter yang kuat.

Dengan sertifikasi kompetensi ini, lulusan Polbangtan Yoma tidak hanya telah menyelesaikan persyaratan administrasi saja, namun memiliki bekal penting untuk terjun di dunia kerja dan sektor usaha.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
Polbangtan YoMa Kementerian Pertanian BPPSDMP