MUNGKID - Sebanyak 598 sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten Magelang menjadi sasaran Gerakan Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti-Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika. Program ini digagas untuk membangun daya tangkal anak terhadap narkoba sejak usia dini.
Program tersebut tidak hanya mengandalkan penyuluhan, tetapi diarahkan masuk ke lingkungan pembelajaran melalui Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN). Materi pencegahan narkoba akan disisipkan dalam mata pelajaran yang sudah ada, seperti pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK), agama, serta budi pekerti.
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Agus Rohmat mengutarakan, lingkungan pendidikan menjadi satu ruang strategis untuk membangun pemahaman dan karakter anak. Supaya mereka mampu mengenali sekaligus menghindari ancaman narkotika.
Baca Juga: Gelombang Empat Meter Terjang Kios hingga 30 Meter dari Bibir Pantai di Kebumen
Menurut dia, edukasi antinarkoba tidak perlu dibuat sebagai mata pelajaran baru yang berdiri sendiri. Materi tersebut justru dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran yang sudah berjalan sehingga menjadi bagian dari keseharian siswa.
"Program ini nantinya dapat disisipkan ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti PJOK, agama, dan budi pekerti di 598 SD," ujarnya di Ruang Cemerlang, Senin (10/8).
Dengan pola tersebut, kata dia, pendidikan antinarkoba diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan yang dilakukan sesekali. Pesan mengenai bahaya narkoba dapat diberikan secara berulang melalui proses pembelajaran dan penguatan karakter siswa.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Atmosfer, Kehadiran Suporter Turut Jadi Kunci Finansial PSIM di Super League
Dia menjelaskan, program Ananda Bersinar juga tidak hanya menyasar siswa sekolah dasar. Dalam pengembangannya, program tersebut diarahkan menjangkau peserta didik mulai jenjang SD hingga sekolah menengah atas.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menuturkan, pencegahan narkoba tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Menurutnya, lingkungan keluarga memiliki peran yang sama pentingnya dalam memastikan anak tumbuh di lingkungan yang aman.
"Program ini juga melibatkan orang tua murid untuk membangun keterlibatan bersama, dan juga para gurunya," kata Grengseng.
Baca Juga: Mentan Amran Siapkan Aturan Baru agar Buruh Tani Bisa Dapat Alsintan
Dia menilai, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Upaya menciptakan lingkungan tersebut tidak cukup hanya dengan memasang larangan atau memberikan informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi perlu dibarengi pengawasan, edukasi, komunikasi, serta kepedulian terhadap perubahan perilaku anak. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo