GUNUNGKIDUL- Lima belas pelajar SMP dan MTs dari 15 Kelompok Kerja (Pokja) beradu kemampuan membaca puisi dalam lomba tingkat Kabupaten Gunungkidul di SMP Negeri 1 Karangmojo, Selasa (11/8/2026).
Mereka bukan peserta yang mendaftar langsung. Masing-masing merupakan juara pertama hasil seleksi di tingkat Pokja yang digelar serentak pada 7 Agustus lalu. Karena itu, lomba tingkat kabupaten menjadi babak akhir yang mempertemukan perwakilan dari berbagai wilayah di Gunungkidul.
Ketua Panitia, Nur Sutanto, mengatakan kegiatan tersebut mencakup sekolah SMP dan MTs, baik negeri maupun swasta. Secara keseluruhan terdapat 104 SMP dan 120 MTs dalam cakupan sekolah yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Ingin Bangun Tim yang Kompetitif
“Dari masing-masing Pokja diwakili satu peserta,” kata Nur saat ditemui wartawan di sela lomba, Selasa (11/8/2026).
Para peserta menghadapi materi yang telah ditentukan panitia. Mereka wajib membawakan “Aku Melihat Indonesia” karya Soekarno. Untuk puisi kedua, peserta dapat memilih “Karawang-Bekasi” karya Chairil Anwar atau “Guru” karya W.S. Rendra.
Pilihan materi tersebut membuat peserta tidak hanya dituntut mampu menghafal teks. Intonasi, penghayatan, artikulasi, hingga kemampuan menyampaikan pesan puisi menjadi bagian penting dalam penampilan mereka.
“Dari masing-masing Pokja diwakili satu peserta,” kata Nur saat ditemui wartawan di sela lomba, Selasa (11/8/2026).
Para peserta menghadapi materi yang telah ditentukan panitia. Mereka wajib membawakan “Aku Melihat Indonesia” karya Soekarno. Untuk puisi kedua, peserta dapat memilih “Karawang-Bekasi” karya Chairil Anwar atau “Guru” karya W.S. Rendra.
Pilihan materi tersebut membuat peserta tidak hanya dituntut mampu menghafal teks. Intonasi, penghayatan, artikulasi, hingga kemampuan menyampaikan pesan puisi menjadi bagian penting dalam penampilan mereka.
Baca Juga: HAP Telur Tak Berlaku di Daerah, Tetap Dikontrol Pasar Peternak Bermodal Besar
Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia melibatkan guru SMA dan SMK di Gunungkidul sebagai dewan juri. Dengan demikian, penilaian tidak dilakukan oleh guru dari jenjang SMP yang menjadi peserta langsung dalam kompetisi.
Ketua MKKS SMP Kabupaten Gunungkidul Heriyanto mengatakan, lomba tersebut digelar sebagai upaya memperkuat literasi pelajar. “Lomba ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan membaca, memahami, dan menyampaikan gagasan melalui karya sastra,” kata Heriyanto.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyoroti keberanian siswa tampil dan menyampaikan gagasan sebagai bagian dari proses pembentukan mental.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia melibatkan guru SMA dan SMK di Gunungkidul sebagai dewan juri. Dengan demikian, penilaian tidak dilakukan oleh guru dari jenjang SMP yang menjadi peserta langsung dalam kompetisi.
Ketua MKKS SMP Kabupaten Gunungkidul Heriyanto mengatakan, lomba tersebut digelar sebagai upaya memperkuat literasi pelajar. “Lomba ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan membaca, memahami, dan menyampaikan gagasan melalui karya sastra,” kata Heriyanto.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyoroti keberanian siswa tampil dan menyampaikan gagasan sebagai bagian dari proses pembentukan mental.
Baca Juga: Kepsek dan Siswa Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Perundungan pada Siswa SMK saat Jam Belajar di Kebumen
“Melalui lomba ini, kita belajar bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan dan cita-cita. Saya ingin anak-anakku semua berani bermimpi setinggi langit dan memiliki mental baja yang tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Lomba baca puisi tersebut menjadi salah satu kegiatan MKKS SMP Kabupaten Gunungkidul dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tiga peserta terbaik ditetapkan sebagai juara dan memperoleh piala serta piagam penghargaan.(cr1)