BANTUL — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menegaskan posisinya di panggung akademik dunia melalui penyelenggaraan empat konferensi ilmiah internasional secara serentak.
Agenda besar yang dipusatkan di Kampus Terpadu UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul ini tidak sekadar menjadi ajang temu ilmiah biasa, melainkan dirancang sebagai satu kesatuan ekosistem akademik yang mengintegrasikan seluruh elemen Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Langkah strategis ini menggabungkan forum bereputasi tinggi, meliputi The 10th International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI), The 4th International Conference of Community Service (ICCS), The 7th UMY Graduate International Conference (UMYGrace), serta Seminar Nasional Pengabdian Mahasiswa (SIBISA) ke-4.
Penyelenggaraan yang berlangsung megah tersebut resmi ditutup pada Jumat sore (8/8/2026).
Baca Juga: Prediksi Chelsea vs AC Milan di Jakarta: The Blues Diunggulkan Menang
Wakil Rektor Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., menekankan bahwa keempat ajang tersebut memiliki keterkaitan erat dalam membangun tradisi riset yang berdampak.
Menurut akademisi yang akrab disapa Dokter Upi ini, masing-masing forum memegang peran penting pada tahapan pengembangan ilmu pengetahuan.
ICoSI berfokus pada eksplorasi inovasi lintas disiplin, ICCS menyalurkan hasil kepakaran kampus ke dalam kehidupan masyarakat, UMYGrace mematangkan kesiapan mahasiswa pascasarjana di ranah global, sedangkan SIBISA melatih kepekaan sosial serta daya kritis mahasiswa sejak bangku sarjana.
"Yang kita saksikan lebih dari sekadar rangkaian konferensi. Ini adalah sebuah ekosistem akademik yang utuh," ujar Dokter Upi saat menyampaikan pidato penutupannya.
Baca Juga: Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda
Ia menambahkan, fondasi ini memadukan proses pendidikan yang memicu pertanyaan ilmiah, penelitian yang mentransformasikannya menjadi pengetahuan, hingga pengabdian yang memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh publik luas.
Capaian tahun ini makin istimewa berkat rekor partisipasi tertinggi sepanjang empat tahun terakhir.
Panitia mencatat sebanyak 2.765 artikel ilmiah masuk dari berbagai belahan dunia, di mana 2.088 makalah di antaranya berhasil lolos seleksi ketat.
Secara rinci, ICoSI memimpin dengan 1.394 naskah, disusul ICCS dengan 735 naskah, SIBISA sebanyak 417 naskah, dan UMYGrace menyumbang 219 naskah.
Baca Juga: Marco Palestra Ungkap Alasan Gabung Chelsea dan Optimistis di Bawah Xabi Alonso
Guna memastikan gagasan para peneliti tidak berhenti di meja seminar, UMY menjamin ribuan karya terpilih akan disalurkan ke berbagai media publikasi bereputasi internasional.
Beberapa di antaranya bermitra dengan penerbit global terkemuka seperti IEEE, Springer, IOP Publishing, AIP Publishing, BIO Web of Conferences, E3S Web of Conferences, serta jajaran jurnal nasional terakreditasi SINTA.
Hadirnya peserta dari puluhan negara lintas benua kian memperkokoh jejaring riset internasional yang dibangun UMY dari Yogyakarta untuk dunia.
Ke depan, konsistensi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai tantangan global berbasis riset dan inovasi berkelanjutan.
Editor : Iwa Ikhwanudin