MAGELANG - Sejumlah 22 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bagi 50 peternak di Dusun Kawatan, Desa Kwaderan, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Senin (3/8/2026).
Bersama dosen, para mahasiswa mendampingi peternak lokal untuk melakukan praktik pembuatan silase, pengenalan bio-security di lingkungan kandang, serta pengenalan tanda - tanda birahi pada sapi.
Pendekatan ini sebagai langkah strategis untuk mengenalkan beragam teknologi terbaru kepada petani. Sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengimplementasikan materi yang mereka peroleh dari kampus.
Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian untuk percepatan transformasi teknologi dari akademisi ke pelaku usaha.
Sebagaimana pernah disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Mentan mengatakan, “Dengan teknologi modern dan sinergi berbagai pihak, kami optimistis Indonesia dapat meningkatkan produktivitas peternakan."
Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti terus mendorong peningkatan kualitas SDM pada sektor peternakan guna mendongkrak populasi dan produktivitas ternak nasional melalui pelatihan teknis dan kompetensi.
Reyhan Romadhon, mahasiswa semester 4 Program Studi Teknologi Produksi Ternak, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat senang sekali bisa bergabung. Kegiatan ini memberikan saya pengalaman berbaur dengan masyarakat dan bertukar wawasan dengan peternak di lapangan.” ucapnya.
Setelah mengenali kondisi di lapangan, dia optimistis kegiatan tersebut akan berdampak besar bagi peternak lokal. “Melalui giat ini, peternak mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen peternakan. Bagaimana mengelola peternakan dengan baik, dapat menerapkan bio-security, deteksi birahi pada sapi dan bagaimana membuat fermentasi pakan.” jelasnya.
Sementara itu, dokter hewan sekaligus dosen Polbangtan Yoma yang ikut memberikan materi, Dr drh Pramu MSc menyebut, bio-security menjadi salah satu kunci kesehatan ternak. “Mobilitas ternak antar kecamatan dan kabupaten tinggi sehingga potensi penularan penyakit dari tempat lain juga tinggi. Dalam kesempatan ini, kami mengajak peternak untuk meningkatkan biosekuriti.” tuturnya.
Ia berharap, dengan penerapan biosekuriti di tingkat peternak bisa meningkatkan produktivitas ternak, sehingga berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan peternak.
Kegiatan ini mendapat respons baik dari penyuluh di lapangan. Koordinator BPP Kecamatan Kajoran Andri Maerwijaya menyatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peternak di Desa Kwadren.
“Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan ini. Sangat bagus sekali terutama untuk menambah pengetahuan bagi para peternak terutama dalam menjaga kesehatan ternak dan juga untuk menjaga kualitas pakan ternak.” katanya.
Dengan program tersebut, Polbangtan Yoma ikut berpartisipasi dalam membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui kegiatan edukasi, penyuluhan, dan pendampingan di bidang peternakan.
Di sisi lain, mahasiswa mendapatkan keuntungan dengan mengimpelentasikan langsung ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh mahasiswa kepada masyarakat, khususnya di bidang peternakan.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji