JOGJA - Rencana pembangunan sekolah khusus olahraga tingkat SMA/SMK di DIY mulai memasuki tahap persiapan. Komisi D DPRD DIY menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dilakukan pada 2027 sebagai langkah awal agar pembangunan sekolah dapat terealisasi pada 2028.
Ketua Komisi D DPRD DIJ Rb Dwi Wahyu Budiantoro mengatakan, penyusunan DED menjadi tahapan krusial untuk bisa memastikan pembangunan sekolah khusus olahraga memiliki progres konkret pada 2027.
"Perda Olahraga DIY itu tahun 2028 harus punya. Maka di 2027, saya ingin itu sudah ada DED-nya," kata Dwi, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Bau Menyengat! Pabrik Kulit di Prawirodirjan Terancam Ditutup, DPRD Kota Sidak ke Lokasi
Dia menjelaskan, kawasan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) menjadi salah satu opsi lokasi yang dapat dipertimbangkan. Kawasan tersebut dinilai masih memiliki lahan cukup luas sehingga pembangunan tidak harus diawali dengan pengadaan lahan baru.
"Supaya nanti kita juga bisa merhemat anggaran, itu di BPO. Di situ masih luas, kalau umpama harus membangun, tinggal sedikit nanti pembiayaannya," ujarnya.
Dwi sendiri berharap kajian pembangunan sekolah khusus olahraga dapat dilakukan sepanjang 2027 dan menjadi dasar untuk penyusunan DED. Setelah desain teknis tersedia, kemampuan anggaran Pemprov DIY dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan tahapan pembangunan selanjutnya.
"Paling tidak, karena ini memang kewenangannya Komisi D, dan sudah ada progres. Walaupun baru sampai kepada DED," jelasnya.
Baca Juga: Ditariki Iuran HUT RI Capai Rp 175 Ribu, PPPK dan Pegawai di Kebumen Sambat lewat Lapor Cepat
Sekolah khusus olahraga tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet sejak usia sekolah. Dengan demikian, pengembangan atlet potensial di DIY dapat dilakukan melalui jalur pendidikan secara lebih terarah.
Dwi menilai kebutuhan terhadap model pendidikan olahraga juga terlihat dari langkah kampus seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang disebut tengah menyiapkan sekolah olahraga sejak jenjang SD hingga sekolah guru olahraga (SGO).
Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan tinggi dengan orientasi olahraga dapat menjadi bagian dari upaya mengembalikan pola pembinaan atlet sejak usia dini. "Tujuannya mencetak atlet. Ini saja UNY juga sudah mau membuat sekolah dari SD bahkan, sampai SGO," terangnya.
Baca Juga: Benjamin Mendy Jual Replika Trofi Piala Dunia 2018, Jawab Santai Kritik Warganet
Lebih lanjut, selain pembangunan sekolah khusus olahraga di tingkat provinsi, Dwi juga mengusulkan agar konsep serupa dapat dikembangkan di setiap kabupaten/kota di DIY. Pemerataan sekolah olahraga penting agar akses pembinaan atlet tidak hanya terpusat di satu wilayah.
"Kalau saya inginnya, setiap kabupaten/kota di DIY ada sekolah khusus olahraga itu, paling tidak satu-satu," tambahnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita