MAGELANG – Peluang besar di sektor peternakan terus terbuka seiring meningkatnya kebutuhan pangan asal hewan. Menyikapi hal tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) membekali generasi muda dengan kompetensi di bidang kesejahteraan hewan atau animal welfare.
Sebanyak 61 mahasiswa semester 4 Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan mengikuti pelatihan animal welfare officer yang berlangsung pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.
Pelatihan selama 56 jam pelajaran tersebut dirancang oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Para mahasiswa mendapatkan pembelajaran secara klasikal dan praktik yang mencakup berbagai aspek kesejahteraan hewan, mulai dari pemberian pakan, penanganan dan handling ternak, hingga penguatan profesionalisme sebagai animal welfare officer.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten dan mampu menerapkan prinsip kesejahteraan hewan secara profesional. Penerapan animal welfare yang baik diyakini dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas peternakan melalui penurunan tingkat stres pada ternak, pencegahan penyakit, serta peningkatan kualitas produk hasil peternakan.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan hewan, penerapan praktik animal welfare juga berperan dalam menghasilkan pangan asal hewan yang lebih aman dan berkualitas. Hal tersebut sekaligus dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperkuat daya saing produk peternakan Indonesia di pasar global.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa kebutuhan susu nasional diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan konsumsi masyarakat dan implementasi program makan bergizi gratis. Pada 2029, kebutuhan susu nasional diperkirakan mencapai sekitar 8,5 juta ton.
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pengembangan sektor peternakan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti terus mendorong peningkatan produktivitas peternakan melalui penguatan kompetensi SDM, optimalisasi pemanfaatan pakan lokal, serta penerapan teknologi modern.
Peluang tersebut juga disampaikan Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan saat membuka pelatihan, Senin (27/7/2026). Menurutnya, kesejahteraan hewan kini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan peternakan yang modern, berkelanjutan, dan beretika.
“Pelatihan ini sangat penting karena peluang sektor peternakan sangat besar,” tegas Hermawan.
Ia juga menyoroti pengembangan peternakan sapi perah terpadu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang dinilainya dapat membuka peluang baru bagi generasi muda pertanian.
Hermawan menjelaskan, proyek tersebut diproyeksikan mencakup penggemukan sekitar 7.000 ekor sapi jantan per tahun serta kemitraan dengan sekitar 1.000-2.000 peternak sapi perah. “Ini adalah peluang besar bagi kalian yang akan lulus pada tahun 2028,” ujarnya kepada para mahasiswa.
Karena itu, Hermawan mendorong mahasiswa untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius. Ia juga meminta mahasiswa memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat diterapkan secara langsung di lapangan.
Sementara itu, Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan publik sekaligus meningkatkan kapasitas SDM pertanian.
Menurutnya, mahasiswa semester 4 telah memiliki dasar keilmuan yang cukup sehingga pelatihan ini diarahkan untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan teknis terkait prinsip kesejahteraan hewan. “Mahasiswa semester 4 sudah memiliki basis keilmuan sebelumnya. Pada pelatihan ini, kita akan memperdalam lagi prinsip kesejahteraan hewan, mulai handling, pemberian pakan, hingga transportasi ternak,” jelasnya.
Melalui pelatihan animal welfare officer, Polbangtan Yoma menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan industri peternakan. Penguatan kapasitas mahasiswa di bidang kesejahteraan hewan diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas, kesehatan hewan, keamanan pangan, kesejahteraan peternak, serta daya saing produk peternakan Indonesia di tingkat global.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji