JOGJA – Isu produktivitas kebun swadaya terus menjadi fokus industri sawit nasional.
Merespons hal tersebut, LPP Agro Nusantara Yogyakarta menjalankan program pelatihan skala nasional tahun 2026.
Bekerja sama dengan BPDP dan Ditjenbun Kementan, LPP menargetkan 100 kelas pelatihan di 7 provinsi.
Yakni Sumut, Riau, Bengkulu, Sumbar, Sumsel, Kaltim, dan Kalsel.
Total peserta yang dibidik 3.035 orang. Angka ini naik 47% dari capaian 2025 sebanyak 2.066 peserta.
Baca Juga: Dukung Transisi Energi, Danantara Buka Peluang Pendanaan Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo, menegaskan pelatihan diarahkan untuk menutup gap produktivitas.
Data menunjukkan pekebun swadaya mengelola 40% lahan sawit nasional namun hanya menyumbang 30-35% produksi CPO.
“Peningkatan keterampilan dan pemerataan pemahaman praktik budidaya baik menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Pranoto.
Implementasi awal dilaksanakan di Sumatera Utara. “Pelatihan Budidaya Sawit” diikuti 85 pekebun dari Batubara dan Asahan pada 21-26 Juli 2026 di Le Polonia Hotel, Medan. Pembukaan dilakukan oleh Ir. Hazairin, MM dan Afiffurroyan Aflah Akmal, ST.,M.Eng.
Baca Juga: Link Live Streaming Indonesia vs Kamboja ASEAN Championship 2026: Kick-off Malam Ini Pukul 20.30 WIB
Kurikulum pelatihan meliputi: seleksi bibit unggul, pemupukan berimbang, pengendalian OPT, dan penerapan prinsip keberlanjutan. Termasuk juga penguatan kapasitas dalam penyiapan data untuk program PSR dan sertifikasi.
Rangkaian praktik lapangan dilaksanakan di PTPN IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina pada 25 Juli 2026. Penutupan dijadwalkan 26 Juli oleh Zulfa Hendra, S.T SME LPP Medan.
Dengan program ini, LPP berharap terjadi peningkatan penerapan Good Agricultural Practices di tingkat pekebun sehingga berdampak pada kenaikan produktivitas dan pendapatan. (iwa)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja