KEBUMEN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen memperkuat pembinaan pesantren melalui program Gerakan Terpadu Pembinaan dan Sambang Pesantren (Go-Tren). Program ini sengaja dicanangkan agar pondok pesantren menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi para santri.
Kemenag Kebumen mengawali pencanangan progam ini dengan menyambangi Pondok Pesantren Raudlatul ‘Ulum, di Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, Jumat (24/7).
Selama kegiatan tersebut santri diajak mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, senam bersama, sosialisasi dari instansi terkait serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kebumen Fahrudin menjelaskan, Go-Tren hadir sebagai upaya pembinaan secara terpadu bagi pesantren.
Lewat program ini pihaknya akan mengedepankan pendekatan secara terintegrasi dengan menyesuaikan kebutuhan pesantren. "Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai instansi sesuai bidang masing-masing," jelasnya.
Dalam rangkaian program Go-Tren tersebut penguatan konsep pesantren ramah anak menjadi salah satu perhatian penting. Kemenag Kebumen juga telah merumuskan pencanangan pesantren ramah anak bertumpu pada lima prinsip utama.
Baca Juga: Hasil Inspeksi Ileague Jelang Super League 2026/2027, Lampu di SSA Bantul Kurang Terang
Di antaranya mewujudkan lingkungan pesantren yang terbebas dari kekerasan, perundungan dan diskriminasi.
Lalu, memenuhi hak anak, termasuk hak belajar, bermain, beribadah serta memperoleh perlindungan, dan berkembang. Tak kalah penting menerapkan pola pengasuhan positif melalui kasih sayang, keteladanan, penghargaan dan pendidikan tanpa kekerasan.
"Pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga lingkungan sehat dan aman bagi anak," katanya.
Baca Juga: PSS Sleman Belum Punya Manajer Resmi, Kim Jeffrey Kurniawan Fokus Jadi Pemain
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kebumen Sukamto mengatakan, program yang digagas Kemenag tersebut selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah.
Menurutnya pesantren memiliki kebutuhan pembinaan bersifat multidimensi sehingga keterlibatan banyak pihak menjadi kekuatan utama pelaksanaan program tersebut.
"Pesantren diharapkan mampu berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah," katanya mewakili bupati. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo