KEBUMEN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kebumen telah menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten. Selanjutnya, personel paskibraka terpilih akan menjalani pemusatan latihan sebelum bertugas pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kebumen Widiatmoko mengatakan, seleksi calon paskibraka telah dimulai sejak Maret dan berakhir pada April lalu.
Dia memastikan, seluruh personel Paskibraka telah memenuhi kriteria dan persyaratan karena proses seleksi dilakukan secara ketat.
"Pemusatan latihan rencana selama 10 hari. Dimulai 7 Agustus besok," ucapnya kepada Radar Jogja, Rabu (22/7).
Bakesbangpol mencatat, jumlah keseluruhan calon paskibraka yang mendaftar sebanyak 164 orang. Mereka merupakan pelajar dari berbagai SMA/SMK/MA, baik negeri maupun swasta di Kebumen. Setelah tersaring lewat proses seleksi, terpilih 34 pelajar yang ditunjuk sebagai Paskibraka. Terdiri dari 22 laki-laki dan 12 perempuan.
Dari seluruh proses seleksi, peserta telah menjalani berbagai tahapan secara berjenjang, dimulai dari administrasi, tes wawasan kebangsaan, tes parade, tes kepribadian, kesehatan, kesamaptaan dan kemampuan baris-berbaris.
Baca Juga: Terima Dubes Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Cita atas Berpulangnya Ali Khamenei
Adapun peserta yang terpilih diambil berdasar perengkingan secara berjenjang.
Widiatmoko mengatakan, proses pemilihan anggota paskibraka tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga tetap memperhatikan kondisi kepribadian dan pengetahuan dari setiap peserta.
"Tim menelusuri rekam jejak di media sosial. Ada proses wawancara juga," tambahnya.
Baca Juga: Nadeo Argawinata Resmi Perkuat Persija Jakarta
Dia menambahkan, seleksi paskibraka di tingkat kabupaten juga menjadi rangkaian seleksi di tingkat provinsi. Dalam perjalanannya, perwakilan Kabupaten Kebumen bernama Stephani Alpharisa, pelajar dari SMAN 1 Gombong menempati peringkat pertama untuk kategori putri.
Setelah itu pelajar tersebut berkesempatan mengikuti seleksi calon paskibraka di tingkat pusat. "Dari peserta yang lolos kabupaten, kami mengirim untuk seleksi tingkat provinsi," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo