Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta membangun ekosistem pengembangan jamu berbasis sains melalui kolaborasi dengan dunia industri, organisasi profesi, dan masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) bersama mitra strategis serta peresmian Pojok Jamu UKDW dalam Festival Jamu Nusantara 2026, Jumat (17/7/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya UKDW mengintegrasikan pendidikan, penelitian, inovasi, hilirisasi hasil riset, hingga pengabdian kepada masyarakat dalam pengembangan jamu Indonesia. Melalui sinergi lintas sektor, UKDW berharap inovasi herbal berbasis sains dapat berkembang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing industri jamu nasional.
Sebagai wujud komitmen tersebut, UKDW meresmikan Pojok Jamu UKDW sebagai pusat edukasi, riset, dan promosi herbal. Fasilitas ini diharapkan mendukung lahirnya inovasi herbal berbasis riset sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, UKDW menandatangani nota kesepahaman dengan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dewan Jamu Indonesia (DJI) DIY, Rotary Area Yogyakarta D-3410 Indonesia, dan PT Naturindo Fresh. Kerja sama tersebut mencakup penguatan pendidikan, penelitian, inovasi produk herbal, hilirisasi hasil riset, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemberdayaan masyarakat.
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan jamu berbasis sains di lingkungan kampus sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Baca Juga: John Herdman Puas dengan Progres Timnas Indonesia yang Terus Meningkat Selama TC di Bali
"Kami bersyukur UKDW dapat menjadi salah satu pusat pengembangan jamu di Yogyakarta. Peresmian Pojok Jamu menjadi simbol komitmen kami untuk terus mengembangkan jamu melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi sehingga mampu mendorong hilirisasi hasil riset yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, penandatanganan MoU menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai mitra. "Hari ini kita merayakan kemitraan melalui penandatanganan MoU. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan bersama. Saat ini kerja sama sudah berjalan dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Bioteknologi, ke depan akan melibatkan fakultas-fakultas lainnya," katanya.
Melalui kerja sama tersebut, UKDW bersama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk serta PT Naturindo Fresh akan mengembangkan riset produk herbal dan pangan fungsional, memperkuat hilirisasi hasil penelitian, mengembangkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta membuka peluang magang, penelitian mahasiswa, dan publikasi ilmiah bersama.
Sementara itu, kemitraan dengan Dewan Jamu Indonesia DIY difokuskan pada pelestarian dan pengembangan jamu Indonesia melalui penelitian, seminar, pelatihan, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta penyusunan kajian dan rekomendasi pengembangan jamu nasional. Adapun kerja sama dengan Rotary Area Yogyakarta D-3410 Indonesia diarahkan pada penyelenggaraan edukasi kesehatan, pemanfaatan tanaman obat, penguatan kepemimpinan mahasiswa berbasis service learning, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi multipihak tersebut, UKDW menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan inovasi herbal berbasis sains melalui sinergi antara dunia akademik, industri, organisasi profesi, dan masyarakat. Kehadiran Pojok Jamu UKDW diharapkan menjadi pusat pengembangan pengetahuan dan inovasi herbal yang mempercepat hilirisasi hasil riset sekaligus memperkuat kontribusi UKDW dalam memajukan jamu Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Editor : Bahana.