Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tepis Stigma Lulusan Menganggur, Hampir 90 % Persen Wisudawan SMK-SMTI Yogyakarta Langsung Diserap Industri

Rizky Wahyu Arya Hutama • Jumat, 10 Juli 2026 | 08:11 WIB
Prosesi wisuda Sekolah Menengah Kejuruan- Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI Yogyakarta)
Prosesi wisuda Sekolah Menengah Kejuruan- Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI Yogyakarta)

 SLEMAN - Sekolah Menengah Kejuruan- Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI Yogyakarta) kembali membuktikan sebagai salah satu sekolah pencetak sumber daya manusia (SDM) siap kerja terbaik di tanah air. 

Dalam prosesi wisuda yang meluluskan 344 siswa tahun ini, tercatat sebanyak 89,74 % atau hampir 90 persen lulusannya telah terserap di industri dan mengantongi status bekerja meski baru dua bulan menyelesaikan masa pendidikan. Capaian ini sekaligus menepis stigma negatif yang selama ini kerap melekat pada lulusan tingkat SMK.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri BPSDMI Kementerian Perindustrian Wulan Aprilianti Permatasari memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih oleh SMK SMTI Yogyakarta.

Menurutnya, dari total 22 satuan kerja (satker) dan sembilan SMK yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian di skala nasional, serapan tenaga kerja di SMK-SMTI Yogyakarta menjadi yang tertinggi saat ini.

Oleh karena itu, Wulan menyatakan jika prestasi yang diraih oleh SMK-SMTI Yogyakarta itu menjadi satu kebanggaan bagi semua pihak, baik dari BPSDMI Pusat maupun para orang tua wali. Mengingat, level SMK yang selama ini kerap dianggap sebelah mata karena dinilai susah dapat kerja, hari ini bisa ditolak dengan pembuktian nyata.

Baca Juga: Jarell Quansah Disanksi Larangan Bermain Dua Pertandingan, Thomas Tuchel Bingung Tentukan Pengganti

"Mereka langsung terserap di sektor industri, bahkan banyak yang sudah bekerja sebelum resmi diwisuda," lontarnya.

Wulan menambahkan, tingginya serapan itu tidak lepas dari penerapan program dual system serta strategi link and matchyang kuat dengan mitra industri. Pola kurikulum di sekolah ini sengaja dirancang secara custom guna menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan.

"Apa yang industri butuhkan, itu yang kita siapkan. Kondisi sekolah saat ini memang sudah sangat penuh dengan animo pendaftar yang sangat tinggi, mencapai rasio satu berbanding 12,5 dari sekitar 4.000 pendaftar. Ke depan, ada wacana untuk memperluas area atau menambah gedung sekolah di lokasi lain guna menambah kuota tampung," jelasnya.

Kepala SMK-SMTI Yogyakarta, Sarman menjelaskan bahwa dari 344 wisudawan yang dilepas, mayoritas memang sudah mengamankan posisi di berbagai perusahaan nasional.

Selain itu, para siswa dibekali kompetensi mumpuni lewat sertifikasi nasional dan sertifikasi internasional, seperti sertifikat Vapro untuk jurusan Kimia Industri dan Kimia Analisis, serta sertifikat Siemens untuk Teknik Mekatronika.

"Penerapan dual system kami lakukan secara riil. Saat anak-anak naik kelas tiga dan menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin), ada evaluasi berkala per enam bulan dengan pihak industri. Jika industri berminat, siswa langsung direkrut. Maka ketika memasuki semester enam, sebagian besar anak-anak sebenarnya sudah mulai bekerja," katanya.

Tak hanya itu, Sarman juga menyatakan jika pihak sekolah akan terus memperluas jaringan dengan membuka kelas-kelas industri khusus. Itu di antaranya bekerja sama dengan PT Krakatau Posco, PT Tanjungenim Lestari Pulp & Paper, Krakatau Tirta Operasi dan, serta yang terbaru tengah dijajaki bersama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Sarman pun berharap, melalui kelas industri ini, proses magang hingga jaminan rekrutmen pascalulus sudah tersistematisasi dengan matang.

Baca Juga: Dalane Alus, Tertib Berlalu Lintas dan Jaga Kamtibmas

"Pesan saya kepada anak-anak, junjung tinggi profesionalitas di dunia kerja. Jalani kontrak kerja dengan penuh tanggung jawab dan sungguh-sungguh. Jaga dan angkat nama baik almamater demi masa depan adik-adik kelas kalian nanti," ujarnya.

Keberhasilan kurikulum berbasis industri ini turut dirasakan langsung oleh Isnatun Khasanah, salah satu lulusan terbaik dari Konsentrasi Keahlian Kimia Analisis. Pemegang sertifikasi Vapro ini bahkan langsung diterima bekerja di PT Reckitt Indonesia sebagai Quality Control (QC) Analys Kimia melalui jalur rekrutmen sekolah.

"Ilmu dan porsi praktikum yang diberikan di SMTI sangat relevan. Meski di dunia kerja kita dihadapkan pada alat-alat baru yang lebih canggih dan budaya kerja yang berbeda, penanaman karakter dan soft skill selama di sekolah membuat kami tidak kaget dan mudah beradaptasi untuk terus berkembang," tandasnya. (ayu).

Diketahui, sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para siswa lulusan SMK-SMTI.

Oleh karena itu, Agus Gumiwang menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal, baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.

"Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya. Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," bebernya.

 

Tak hanya itu, Agus Gumiwang juga menyatakan kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan. Sehingga fenomena tersebut menjadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.

Baca Juga: Terenyuh, DPRD Kebumen Minta Pustu Dibangun di Wilayah Pelosok 

"Industri kami bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," cetusnya. (ayu).

Editor : Bahana.
#lulusan terserap industri #Yogyakarta #Yogyakarta 3 #SMK SMTI Yogyakarta