Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Daftar Satu Menit Sebelum Portal Ditutup, Calon Siswa SMA 3 Tak Daftar Ulang Sebabkan Siswa Lain Kehilangan Kesempatan

Yusuf Bastiar • Senin, 6 Juli 2026 | 14:56 WIB
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 3 Jogjakarta Dadang Triatmoko sedang memberikan keterangan kepada wartawan - Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 3 Jogjakarta Dadang Triatmoko sedang memberikan keterangan kepada wartawan - Yusuf Bastiar/Radar Jogja

JOGJA - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diwarnai fenomena calon siswa yang mendaftar hanya satu menit sebelum sistem ditutup, dinyatakan lolos. Namun akhirnya tidak melakukan daftar ulang.

Kasus yang terjadi di SMA Negeri 3 Yogyakarta itu dinilai merugikan calon siswa lain karena memicu efek domino dalam proses seleksi.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 3 Yogyakarta Dadang Triatmoko mengungkapkan, calon siswa tersebut melakukan pendaftaran pada 26 Juni 2026 pukul 15.59, hanya satu menit sebelum portal SPMB ditutup pukul 16.00 sore.

"Itu motifnya mereka kami tidak tahu. Yang jelas sampai batas akhir daftar ulang kami tunggu, bahkan kami hubungi melalui telepon dan WhatsApp. Akhirnya dibalas lewat WhatsApp bahwa tidak jadi daftar ulang," ujarnya saat ditemui di SMA Negeri 3 Yogyakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Dadang, sekolah sudah berupaya mencari kepastian karena peserta tersebut memiliki nilai yang tergolong baik dan berada di posisi tengah dalam daftar kelulusan.

Baca Juga: Prediksi Skor Portugal vs Spanyol Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Upaya Balas Dendam La Roja di Final Nations League

Ia menjelaskan, keputusan tidak melakukan daftar ulang berdampak luas terhadap hasil seleksi. Ia menyebut, pihaknya baru pertama kali mengalami kasus seperti ini. Dampaknya, kata dia sangat merugikan bagi sekolah maupun calon siswa lain yang sebenarnya memiliki peluang diterima.

"Kalau satu siswa di posisi tengah tidak daftar ulang, secara matematis menggugurkan kesempatan siswa yang ada di bawahnya. Efeknya seperti domino karena berpengaruh juga terhadap pilihan di sekolah lain," katanya.

Akibat adanya kursi kosong, SMA Negeri 3 Yogyakarta harus kembali membuka jalur SPMB cadangan, sehingga proses penerimaan siswa baru menjadi lebih panjang.

Padahal, lanjut dia, idealnya semua proses SPMB selesai pada tahap awal. Tapi karena ada yang tidak daftar ulang, pihaknya harus menambah tahapan seleksi cadangan. Kendati begitu, ia menyoroti dalam kasus tersebut yang paling dirugikan ialah masyarakat.

“Ya terutama calon siswa yang kehilangan kesempatan masuk sekolah di sini," katanya.

Dadang mengimbau masyarakat memahami seluruh ketentuan SPMB dan tidak menjadikan proses seleksi sebagai ajang coba-coba. "Jangan mencoba-coba mendaftar kalau memang sudah diterima di sekolah lain dan akhirnya tidak diambil. Kasihan calon siswa lain yang seharusnya memiliki kesempatan masuk," tegasnya.

Fenomena tersebut ternyata tidak hanya terjadi di SMA Negeri 3 Jogjakarta. Sejumlah SMA Negeri lain juga mengalami kasus serupa, bahkan terdapat sekolah yang mencatat tiga peserta tidak melakukan daftar ulang.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY sekaligus Ketua Panitia SPMB SMA dan SMK Negeri DIY Suci Rohmadi menjelaskan, sistem SPMB tidak secara otomatis menggeser peringkat peserta ketika ada siswa yang mengundurkan diri.

"Kalau ada yang tidak daftar ulang, bukan berarti otomatis peserta di bawahnya langsung naik. Sistemnya tidak seperti bejana berhubungan. Kalau dibuat begitu, pilihan kedua dan ketiga juga bisa ikut berubah semua," ujarnya.

Karena itu, kursi yang kosong akan diisi melalui mekanisme seleksi cadangan. Peserta yang ingin mengikuti seleksi tersebut harus kembali mendaftar serta memenuhi persyaratan, termasuk belum diterima di sekolah negeri maupun swasta.

Baca Juga: Demi Sekolah Adik dan Ubah Nasib: Cerita Haru Peserta Seleksi Magang Jepang 2026 di Jateng

Suci mengakui kasus peserta yang lolos tetapi tidak daftar ulang cukup banyak ditemukan pada SPMB tahun ini. Menurutnya, sebagian di antaranya sudah lebih dahulu diterima di sekolah lain, tetapi tetap mengikuti seleksi SPMB reguler.

"Ada yang sifatnya coba-coba, tetapi akhirnya merugikan orang lain. Misalnya sudah diterima di SMA Taruna Nusantara, tetapi masih mendaftar SPMB reguler. Setelah diterima, akhirnya tidak daftar ulang," katanya.

Ia mencontohkan, di SMA Negeri 8 Jogjakarta terdapat tiga peserta yang mengundurkan diri setelah diketahui lebih dahulu diterima di SMA Taruna Nusantara. Kendati demikian, kata dia, Dikpora DIJ tidak dapat melarang peserta mengikuti SPMB reguler meskipun telah lolos di sekolah lain karena hal tersebut merupakan hak setiap calon siswa.

"Kalau sejak awal kami larang, nanti justru dianggap diskriminatif. Tetapi di sisi lain, perilaku seperti ini memang merugikan calon siswa lain yang benar-benar membutuhkan kursi sekolah negeri," ujarnya.

Suci berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak menyalahgunakan kesempatan mengikuti SPMB. "Menurut kami perbuatan seperti ini tidak baik. Sudah beruntung diterima di sekolah yang diinginkan, tetapi masih mencoba-coba hingga akhirnya merugikan orang lain. Ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut tanggung jawab dan etika dalam mengikuti proses SPMB," tandasnya. (bas)

Editor : Bahana.
#SPMB SMA #Daftar Ulang #SMAN 3 Yogyakarta