Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lahirkan Juara OSN Tiap Tahun lewat Ekskul Olimpiade Sains, SMP Negeri 2 Pengasih Lahirkan Program Akademik dan Non-Akademik

Anom Bagaskoro • Minggu, 5 Juli 2026 | 08:31 WIB
BANGGA: Siswa SMPN 2 Pengasih menerima penghargaan juara 2 OSN bidang IPA. Dokumentasi SMPN 2 Pengasih
BANGGA: Siswa SMPN 2 Pengasih menerima penghargaan juara 2 OSN bidang IPA. Dokumentasi SMPN 2 Pengasih

KULON PROGO - SMP Negeri (SMPN) 2 Pengasih memiliki cara unik dalam mengembangkan bakat dan minat siswanya. Salah satunya lewat ekstrakurikuler (ekskul) olimpiade sains, yang ditujukan bagi siswa peminat lomba di bidang akademik.

Keberadaan ekstrakurikuler ini, memastikan SMPN 2 Pengasih rutin menyalurkan siswa dan mendapatkan penghargaan dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Kepala SMPN 2 Pengasih Mokhamad Sohin mengatakan, sekolahnya yang terletak di Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih sejak 1978 tersebut, memiliki misi melahirkan lulusan yang berkarakter, memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual, serta tanggap dengan isu-isu global.

Baca Juga: Wabup Dion Agasi Minta Kelompok Mayoritas Beri Rasa Aman terhadap Minoritas di Purworejo

"Untuk mencapai visi itu, kami membuat program akademik ataupun non-akademik," ucap Sohin, Jumat (3/7/2026).

Sohin menjelaskan, jumlah siswanya mencapai 384 siswa, setiap siswa dipastikan memperoleh jam akademik yang tepat. Di samping itu, pihak sekolah mengupayakan beragam program non-akademik untuk mengembangkan bakat, minat, soft skill, sekaligus membentuk karakter.

Di antaranya program ekstrakurikuler ialah, karawitan, olahraga, tari, hingga olimpiade.

Baca Juga: Jaringan Air Bersih 30 Km di Lereng Merapi Kabupaten Dipulihkan, 4.000 KK Kembali Terlayani  Pascabencana Lahar

Salah satu ekstrakulikuler yang jarang ditemui di sekolah lain, ialah ekstrakurikuler olimpiade sains. Ekstrakulikuler yang biasanya minim peminat dan beranggotakan lima siswa ini, terfokus pada pengembangan minat.

Peserta ekstrakurikuler ini, biasanya berminat untuk mengejar prestasi akademik. Utamanya, memiliki target mengikuti olimpiade.

Ekstrakulikuler ini diadakan atas dasar jejak prestasi serta keikutsertaan siswa SMPN 2 Pengasih. Siswa di sekolah ini rutin mengikuti OSN tingkat kabupaten hingga provinsi.

Baca Juga: Kebakaran Vrama Billiar di Jogja Rugi Lebih dari Rp 20 Miliar, Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab  

Rekam jejak itulah yang membuat sekolah berkomitmen memberikan ruang ekstrakulikuler khusus menangani OSN.

"Memang tidak banyak yang ikut, tapi kami tetap mencoba memfasilitasi," ungkapnya.

Ekstrakurikuler olimpiade sains, secara garis besar berisikan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan. Guru yang biasanya hadir di ruang kelas dengan materi rutin, kini dihadirkan dalam kelas kecil yang menyenangkan.

Kegiatan yang hampir mirip belajar mengajar reguler ini, terfokus pada pemecahan masalah. Sebab, kompetisi OSN mengandalkan logika dan pemecahan masalah pada mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS.

Baca Juga: Pintu Waduk Wadaslintang Ditutup, Wisata River Tubing di Sendangdalem Kabumen Vakum Sementara

Peserta ekstrakurikuler akan diajak memahami soal, hingga latihan soal yang kerap muncul dalam olimpiade. Guru pendamping yang ditugaskan juga memiliki kemampuan.

Khususnya dalam hal pemecahan soal tingkat kesulitan tinggi dengan trik atau cara yang mudah digunakan siswa.

Berkat fasilitas ekstrakulikuler tersebut, SMPN 2 Pengasih rutin mengirimkan siswa ke OSN tingkat kabupaten dan provinsi.

Hal ini menjadi prestasi tersendiri, karena untuk menembus tingkat provinsi siswa harus masuk lima besar OSN kabupaten. Pada 2025 lalu, siswa SMPN 2 Pengasih berhasil menyabet juara 2 OSN tingkat kabupaten. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#SMPN 2 Pengasih #Program Akademik #Lahirkan Juara #nonakademik #ekskul