KEBUMEN - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 44 Kebumen pada tahun ajaran baru akan menerima 60 murid. Sebanyak 30 kursi akan diisi siswa jenjang sekolah dasar (SD), dan 30 kursi untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Humas SRT 44 Kebumen Murdianto menjelaskan, Penetapan murid dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20-30 Juni 2026 dengan memperhatikan akurasi data yang termuat dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Dia memastikan, siswa yang diterima akan berasal dari keluarga kategori miskin ekstrem.
"Teknis penerimaan siswa melalui proses penjangkauan yang didasarkan pada DTSEN," jelasnya saat pertemuan orang tua dan calon murid SRT 44 Kebumen Sabtu (20/6).
Baca Juga: Nekat Terobos Palang Pintu, Tiga Pemotor di Kebumen Tewas Tertemper KA Taksaka
Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 44 Kebumen Tri Puji Astuti menyampaikan, sekolah rintisan di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) ini diprioritaskan bagi keluarga dengan kondisi miskin ekstrem. Melalui sekolah dengan konsep berasrama ini seluruh kebutuhan murid mulai dari seragam, kebutuhan makanan hingga fasilitas penunjang seperti laptop dan alat tulis diberikan secara gratis.
"Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri, martabat dan masa depan anak-anak," ujarnya.
Ia menambahkan, meski masih berstatus sekolah rintisan, murid SRT 44 Kebumen telah aktif mengikuti berbagai kompetisi dengan sekolah lain. Sejumlah prestasi telah berhasil ditorehkan, seperti juara Palang Merah Remaja (PMR) tingkat kabupaten. Kemudian, penerbitan antologi cerpen serta penulisan novel remaja. Di tingkat nasional, sekolah ini sukses menyabet juara lomba karya tulis populer sekolah rakyat yang diselenggarakan Kementerian PUPR.
Baca Juga: Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi, Luis De La Fuentu: Sebuah Kesalahan
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas dedikasi dan perjuangan para guru dalam membentuk karakter murid SRT 44 Kebumen. Di hadapan calon murid ia juga memberikan motivasi agar tidak berkecil hati dengan keterbatasan keluarga. Ia juga berpesan kepada orang tua agar terus memberikan dukungan moral kepada anak-anak mereka. "Jangan pernah merasa minder, keadaan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih mimpi," katanya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita