RADAR JOGJA - Dua siswa SD Negeri Brosot, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur, Kulon Progo memperoleh hasil memuaskan.
Hal ini membawa sekolah tersebut mendapatkan prestasi terbaik tiga tahun berturut-turut.
"Alhamdulillah tahun ini, siswa kami membuktikan prestasinya," ungkap Plt Kepala Sekolah SDN Brosot Jumadi, Jumat (19/6/2026).
Terdapat dua siswa yang berhasil meraih nilai sempurna pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Akademik Dasar (TKAD).
Berkat prestasi itu, nama sekolah turut terangkat.
Jumadi menjelaskan, peraih nilai sempurna pada TKA diraih siswanya bernama Arkhanata, yang mampu meraih nilai 200 dari dua mata pelajaran, Matematika dan Bahasa Indonesia.
Sedangkan peraih nilai sempurna TKAD diraih siswinya bernama Zaira dengan nilai sempurna 100 untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Keberhasilan siswa-siswinya merupakan hasil kerja keras dalam belajar.
Di samping itu, peran orangtua dalam mendukung belajar anak turut menjadi penyumbang prestasi.
Kolaborasi antara siswa, orangtua, dan sekolah menjadi batu pijakan memperoleh hasil terbaik.
"Kami punya sejarah panjang, banyak siswa berprestasi muncul dari sini," ungkapnya.
Tes kemampuan akademik (TKA) jenjang sekolah dasar telah diterima.
Di Kulon Progo hasil TKA, memunculkan SD Negeri Brosot sebagai sekolah dengan segudang prestasi. Bahkan siswanya berhasil lulus dengan TKA nilai sempurna.
Namun, di balik prestasi itu ada proses sukarela dari guru untuk memantik semangat belajar siswa.
menyampaikan, siswa di sekolahnya berhasil meraih hasil terbaik.
Jumadi menyampaikan, perolehan nilai ujian atau TKA yang memuaskan bukan kali pertama.
Selama tiga tahun kebelakang, bahkan saat penerapan Ujian Nasional (UNS, SDN Brosot rutin meluluskan siswa dengan nilai terbaik.
Hal ini dipengaruhi pola pembelajaran khusus saat siswa duduk di kelas enam.
Baca Juga: Dapat Insentif Rp 1.000 per Ompreng, Mendukbangga Kenalkan Tugas Baru TPK Mengawal Distribusi MBG 3B
Siswa secara khusus mendapat tambahan materi dari guru secara sukarela.
Materi disampaikan saat libur sabtu minggu atau hari-hari tertentu.
Secara sukarela guru masuk kerja untuk menambah materi.
Walau awalnya, tak kondusif, berkat dukungan orangtua jam tambahan itu berhasil dilakukan. Alhasil, nilai TKA mereka naik drastis.
Sekolah dengan jumlah siswa 56 setiap angkatannya itu tak hanya berprestasi di bidang akademik.
Lantaran, melalui ekstrakulikuler siswa diajak mengembangkan potensi diri.
Berkat ekstra itu, beberapa siswa berhasil menyabet kejuaraan tingkat kabupaten.
Baca Juga: Pemain Bertahan Berlabel Timnas Indonesia, Rio Fahmi Dirumorkan Gabung PSS Sleman
Sementara itu, Guru Kelas 6 SDN Brosot Haryono menjelaskan, sekolahnya memiliki cara khusus dalam memantik prestasi siswa.
Lantaran, terdapat jam tambahan pelajaran yang dapat diikuti siswa secara sukarela.
"Kalau di hari biasa ada ngenol setengah jam sebelum KBM, dan beberapa jam saat libur sekolah," ucapnya.
Haryono menjelaskan, penambahan materi di luar jam pelajaran digunakan untuk memperkuat dasar siswa.
Materi TKA biasanya berisi mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan.
TKA biasanya menuntu penyelesaian soal dengan waktu yang dibatasi.
Baca Juga: Dicari Pemilik Pesawat yang Terparkir Selama 20 Tahun di Lahan PTDI, Ada Sayembara Lewat Instagram!
Penambahan jam dilakukan untuk memastikan siswa mendapat dasar pengetahuan menyelesaikan persoalan.
Setalah mengatahui dasar setiap mata pelajaran, siswa diajak latihan soal yang sesuai dengan kisi-kisi TKA.
Latihan soal itu, lantas dibahas bersama agar semua siswa memahami persoalan dan cara mengatasinya.
Evaluasi itu juga disisipkan dengan trik mengerjakan soal yang efisien dan efektif.
Berkat beragam cara itu, siswa-siswinya merasa tak kesulitan mengerjakan soal selama TKA dan TKAD kemarin. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva