Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Imam menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Transformasi Transportasi Publik Berkelanjutan melalui Kendaraan Energi Baru, Keadilan Mobilitas, dan Ketahanan Energi Nasional.”
Ia menekankan bahwa sistem transportasi tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga berperan penting dalam menentukan akses yang adil dan efisien bagi masyarakat. Menurutnya, transportasi menjadi fondasi penting pembangunan karena menentukan akses masyarakat terhadap kehidupan.
“Tujuan utama dari sistem transportasi modern bukan sekadar untuk meningkatkan mobilitas, tetapi juga memastikan akses yang adil dan efisien bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Kebijakan elektrifikasi transportasi, terutama transportasi publik, menjadi strategi transformasi transportasi global guna memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat ketahanan energi bangsa. Selain menunjukkan adanya perubahan teknologi kendaraan, kebijakan ini juga mencerminkan adanya perubahan paradigma dunia terhadap energi, lingkungan, industri, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Lurah Garongan Kulon Progo Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Pungli
“Saat ini, dunia memasuki era transportasi rendah emisi, dan elektrifikasi transportasi menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi perubahan iklim untuk memperkuat ketahanan energi dan mendukung pembangunan berkelanjutan,” ungkap Prof. Imam.
Harapannya, kebijakan transformasi transportasi berkelanjutan ini dapat membangun sistem mobilitas yang lebih efisien, bersih, inklusif, berkeadilan, dan tangguh dalam menghadapi tantangan energi di masa depan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Imam juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sivitas akademika UAJY, para guru, rekan sejawat, sahabat, relasi, serta keluarga yang telah mendukung perjalanan akademiknya. Suasana pengukuhan semakin hangat ketika Prof. Imam memberikan kejutan kepada sang istri yang tengah merayakan ulang tahun.
Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas pencapaian Prof. Imam. Menurutnya, pengukuhan ini menjadi kebanggaan bagi UAJY karena menambah jumlah guru besar yang dimiliki universitas.
“Tentu ini sangat membanggakan, karena dengan demikian, di Universitas Atma Jaya Yogyakarta terjadi pertambahan guru besar lagi, yang totalnya menjadi 25 orang,” ungkap Nurhartanto.
Ia berharap bertambahnya jumlah guru besar dapat menjadi inspirasi bagi dosen-dosen muda untuk terus mengembangkan keilmuan dan meniti karier akademik hingga mencapai jenjang tertinggi.
Editor : Bahana.