Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bullying Tak Lagi di Sekolah, Kini Merajalela di Dunia Digital DIY! Ini Solusi Baru Pakai “Komunikasi Hati” untuk Mencegahnya

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 11 Juni 2026 | 07:23 WIB
Balai Tekkomdik DIY, UPN Veteran Yogyakarta, dan Sekolah Model JSS Gelar FGD Pencegahan Bullying dan Cyberbullying Melalui Platform SIKOMHATI, Rabu (10/6/2026).
Balai Tekkomdik DIY, UPN Veteran Yogyakarta, dan Sekolah Model JSS Gelar FGD Pencegahan Bullying dan Cyberbullying Melalui Platform SIKOMHATI, Rabu (10/6/2026).

JOGJA - Upaya pencegahan bullying dan cyberbullying di satuan pendidikan DIY kini diarahkan melalui pendekatan baru berbasis Komunikasi Hatidengan dukungan platformdigital SIKOMHATI yang tengahdikembangkan Balai Tekkomdik DinasPendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY bersama UPN Veteran Yogyakarta dan sekolah-sekolah Jogja Smart School.

Inisiatif ini muncul sebagai respons atas meningkatnya kasus perundungan yang kini tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapijuga meluas ke ruang digital dan berdampak pada psikologis peserta didik.

PLT Kepala Balai Tekkomdik DIY Suci Rohmadi menegaskan, perkembangan teknologidigital dan penggunaan media sosial yang semakin luas di kalangan pelajar membawa tantangan baru dalam dunia pendidikan. Praktik perundungan tidak lagi terjadi secara langsung di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Untidar Gelar EKKN karena Ide Kreatif Saja Tak Cukup, tapi Harus Dieksekusi

Tetapi juga merambah ke ruang digital yang sulit dikendalikan dan berpotensi memberikan dampak psikologis jangka panjang bagi peserta didik,” katanya di sela FGD yang dihadiri kepala sekolah SMA/SMK sederajat dari berbagai wilayah se-DIY di Kantor BalaiTekkomdik Rabu (6/10/2026).

Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan yang tidak hanya mengedepankan aturan dan sanksi, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, serta karakter positif pada siswa.

Literasi digital Komunikasi Hati melalui prototipe sikomhati.id dinilai langkah tepat untuk merumuskan solusi yang efektif dan berkelanjutan.  

Baca Juga: Wilayah Sleman Barat Harus Lebih Maju lewat Pengembangan Village Tourism

Pengembangan prototipe sikomhati.id  yang diketuai oleh Prof Puji Lestari dengan anggota Dra Sri Isworo Ediningsih dan Dani Fadillah ini bekerja sama dengan Balai Tekkomdik, sebagai inovasi dan mengintegrasikan pendekatan humanis dan pemanfaatan teknologi digital.

Kami berharap platform ini nantinya menjadi media edukasi, refleksi, konsultasi, dan penguatan kapasitas bagi peserta didik dan pendidik,” jelasnya.

Program ini diklaim dapat mengarahkan nilai-nilai empati guna menciptakan budaya komunikasi yang sehat dan bebas dari kekerasan, dan mewujudkan sekolah yang aman serta nyaman.

Mudah-mudahan nantinya program ini menjadi kebijakan dan regulasi yang menguatkan untuk menciptakan sekolah,” harapnya.

Baca Juga: Hasil Uji Labolatorium Logam Temuan Candi Losari ternyata Elektrum Setara Emas 16,5 Karat

Sekretaris Disdikpora DIY Muhammad Ali Sa’id mengatakan, teknologi digital dapat berdampak pada perundungan. Dalam konteks inilah pendekatan komunikasi hati sangat relevan.

Kegitan ini menjadi wadah mengidentifikasi bentuk bullying dan cyberbullying serta mendiskusikan penerapan komunikasi hati di sekolah-sekolah.  

Bapak kepala dinas menyampaikan apresiasi kepada Balai Tekkomdik DIY, LPPM UPN Veteran Yogyakarta, 50 sekolah yang tergabung pada Jogja Smart School, dan semua pihakyang terlibat,” katanya.

Diharapkan hasilnya menjadi rekomendasi yang aplikatif untuk pencegahan bullying dan cyberbullying di sekolah-sekolah.

Baca Juga: Tak Masuk Skema Van Gastel Musim Depan, Ikhsan Chan Dilepas PSIM Jogja

Momentum ini pun dijadikan kesempatan untuk menciptakan sekolah aman, inkliusif dan nyaman bagi peserta didik.

Ketua Peneliti Prof Dr Puji Lestari yang juga dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menggali berbagai masukan, pengalaman, serta kebutuhan sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik bullying maupun cyberbullying dengan pendekatan komunikasi hati melalui prototipe sikomhati.id.

Pendekatan komunikasi hati  mengintegrasikan olah pikir yaitu mengarahkan pikiran ke hal-hal positif. Dan olah rasa mengubah perasaan negatif menjadi energi positifuntuk membangun sikap empati sehingga tercipta kedamaian hati,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini dapat membuat hubungan yang damai dan harmonis di lingkungan sekolah.

Pendekatan ini diyakini dapat menjadi strategi preventif sekaligus solutif dalam mengurangi kasus bullying dan cyberbullying di kalangan peserta didik.

Baca Juga: Selisih Harga Pertamax dan Pertalite Tinggi, Hiswana Migas Gunungkidul Sebut Volume Pembelian Akan Berkurang

Pada sesi pemaparan, tim pengembangmemperkenalkan Aplikasi SIKOMHATI (Literasi Komunikasi Hati) yang dapat diakses melalui platform sikomhati.id.

Website ini dirancang sebagai media pembelajaran dan pendukung pencegahan bullying serta cyberbullying melalui penyediaan materi literasi, refleksi diri, studi kasus, asesmen, serta berbagai fitur yang membantu siswa memahami pentingnya komunikasi yang sehat.

Hasil dari FGD ini akan menjadi dasar pengembangan fitur-fitur website agar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik peserta didik di DIY.

Selama diskusi, para kepala sekolah dan peserta FGD membahas berbagai isu strategis, mulai dari kondisi bullying dan cyberbullying di sekolah, tantangan dalam penanganan kasus, peran guru dan orang tua, hingga kebutuhan sistem digital yang mampu mendukung upaya pencegahan dan penanganan perundungan.

Baca Juga: Awali Babak 32 Besar Liga 4, Persak Kebumen Akan Adu Gengsi dengan Tuan Rumah Persid Jember

Selain itu, peserta juga memberikan masukan terkait pengembangan modul kompetensi Komunikasi Hati yang nantinya dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun program penguatan karakter di sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk rekomendasi yang komprehensif mengenai model penangananberbasis komunikasi hati.

Selain itu, FGD juga menjadi sarana membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

Baca Juga: Satpol PP Bantul Sita Ribuan Rokok Tanpa Cukai di Tiga Toko Warga, Jatuhkah Sanski Administrasi

Diharapkan inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam mendukung sekolah-sekolah di DIY untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, sehat, ramah anak, dan bebasdari bullying maupun cyberbullying.

Komunikasi hati mendukung terciptanya budaya sekolah yang aman dan nyaman,  Lsesuai Permendikdasmen no 6 tahun 2026, jauh dari bullying, cyberbullyingkekerasan

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#komunikasi hati #cyberbullying #prototipe #bullying #kekerasan