Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Animo Pendaftar di SPMB Kian Meningkat, Satu Kursi SMK-SMTI Yogyakarta Diperebutkan 12 Calon Siswa

Fahmi Fahriza • Senin, 8 Juni 2026 | 11:34 WIB
Suasana Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMK-SMTI Yogyakarta 2026 - FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA
Suasana Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMK-SMTI Yogyakarta 2026 - FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA

JOGJA - Persaingan masuk SMK-SMTI Yogyakarta pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 semakin ketat. Sebanyak 4.044 calon siswa tercatat mendaftar untuk memperebutkan 324 kursi yang tersedia, atau setara rasio persaingan sekitar 1 banding 12,5.

Sekretaris SPMB SMK-SMTI Yogyakarta 2026 Ndaru Okvitarini mengatakan, bahwa peningkatan jumlah pendaftar tersebut menjadi salah satu capaian penting dibandingkan tahun sebelumnya yang memiliki rasio sekitar 1 banding 10,8.

"Hari ini kita jalankan tiga jalur secara paralel, yaitu Jarvis Reguler 2, Jarvis Rekomendasi Industri, dan Jarvis Bersama. Total ada 1.066 peserta yang ikut seleksi hari ini," ujarnya saat ditemui di SMK-SMTI Yogyakarta, Sabtu (6/6).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 995 peserta mengikuti tes tulis Jarvis Reguler 2, 23 peserta berasal dari jalur Rekomendasi Industri, dan 48 peserta mengikuti Jarvis Bersama.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Pangan, Bulog Jateng Percepat Penyaluran Bantuan Beras dan MinyaKita

Secara keseluruhan, SMK-SMTI Yogyakarta membuka lima jalur penerimaan melalui sistem Jalur Penerimaan Vokasi Industri (Jarvis), yakni Jarvis Rapor, Jarvis Reguler Gelombang 1, Jarvis Reguler Gelombang 2, Jarvis Rekomendasi Industri, dan Jarvis Bersama.

Ndaru menjelaskan, daya tampung siswa pada tahun ini ditetapkan sebanyak 324 siswa yang akan dibagi ke dalam tiga program keahlian yang berbeda-beda.

"Untuk di tahun ini kita nanti total ada 324 siswa yang kita terima, untuk tiga jurusan dan sembilan kelas," katanya.

Selain meningkatnya jumlah pendaftar, SMK-SMTI Yogyakarta juga mencatat bertambahnya jumlah perusahaan yang terlibat dalam jalur Rekomendasi Industri. Tahun ini terdapat 24 perusahaan dari berbagai daerah di Indonesia yang memberikan rekomendasi kepada calon siswa.

"Kalau tahun-tahun pertama kita meluncurkan Rekomendasi Industri itu hanya Yogyakarta dan sekitarnya. Untuk tahun ini kita sudah bisa sampai ke luar Jawa, ada dari Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan," ungkap Ndaru.

Salah satu perusahaan yang rutin mengirimkan siswa melalui jalur tersebut adalah PT Tanjung Enim Lestari dari Sumatera Selatan. Perusahaan itu tercatat telah tiga tahun berturut-turut merekomendasikan putra daerahnya untuk menempuh pendidikan di SMK-SMTI Yogyakarta.

Menurut Ndaru, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari reputasi lulusan sekolah yang memiliki tingkat keterserapan kerja tinggi. Pada tahun 2025, lebih dari 95 persen lulusan telah terserap di dunia kerja saat pelaksanaan wisuda.

"Kita tidak bisa menafikan kalau promosi paling efektif itu dari lulusan kami sendiri. Pada wisuda tahun 2025, tingkat keterserapan di industri sudah di atas 95 persen dan itu membuat masyarakat lebih percaya bahwa sekolah di SMTI nanti akan langsung bekerja setelah lulus," jelasnya.

Ia menambahkan, mayoritas lulusan SMK-SMTI Yogyakarta dapat terserap sepenuhnya ke dunia kerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha dalam kurun waktu maksimal satu tahun setelah kelulusan.

Baca Juga: Iran Tiba di Meksiko Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026, Ehsan Hajsafi Kritik FIFA Karena Visa

Untuk menjaga kualitas seleksi, tahun ini SMK-SMTI Yogyakarta juga memperkuat sistem keamanan ujian berbasis digital. Peserta yang mengikuti tes menggunakan perangkat pribadi tidak diperkenankan membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung.

"Ketika siswa mengerjakan tes menggunakan device masing-masing, mereka tidak bisa membuka aplikasi lain. Kalau memaksa membuka, sistem akan memberikan warning berupa alarm,"  ujarnya.

Adapun seluruh jalur seleksi pada dasarnya terdiri atas dua tahapan utama. Tahap pertama berupa seleksi sesuai karakter masing-masing jalur, baik melalui nilai rapor, tes berbasis komputer (CBT), maupun rekomendasi industri. Selanjutnya peserta yang lolos akan mengikuti tahap wawancara untuk menggali karakter dan kepribadian calon siswa.

Khusus jalur Rekomendasi Industri, sekolah juga tetap melakukan penyaringan kemampuan dasar akademik sebagai bahan pertimbangan saat wawancara.

"Walaupun tidak sebanyak di jalur reguler, tetap ada screening matematika dasar. Kalau memang tidak bisa sama sekali, itu menjadi pertimbangan kami dalam seleksi wawancara," tegas Ndaru.

Sementara itu, menyoal lulusan SMK-SMTI yang terserap ke industri, hal tersebut juga telah dipastikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Disebutnya, 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan diterima bekerja di sektor industri.

Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal. Baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.

"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," pesannya.

"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.

Baca Juga: Harry Kane: Panasnya Cuaca di Amerika Serikat Tidak Akan Mengganggu Persiapan dan Penampilan Inggris di Piala Dunia

Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan.

Menurutnya, fenomena tersebut jadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.

"Industri kita bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya. (iza)

Editor : Bahana.
#spmb smk smti yogyakarta #penerimaan murid baru #Pendidikan #SMK SMTI Yogyakarta